BUMI TIDAKLAH BERPUTAR, SEBELUM DIPERINTAHKAN UNTUK BERPUTAR
Tampilkan postingan dengan label pelampiasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelampiasan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 November 2014

Uang dan Ilmu



Andai ilmu bisa dibeli, pasti akan banyak orang yang berilmu.
Tapi sayang, ilmu tak bisa dibeli. Kalau hanya untuk selembar kertas. Print saja sendiri di notebook/eceran-eceran tukang lowak.
Tapi sayang, kita tak butuh selembar kertas melainkan sebuah aplikasi dan kematangan berpikir dari sebuah ilmu dan pengetahuan.
Bila ilmu bisa dibeli, maka aku akan sibuk mencari uang saja, agar bisa membeli ilmu
Tapi sekali lagi sayang, ilmu tak bisa dibeli.
Butuh babak belur dulu didalam sebuah perjuangan.
Baik itu pikiran, tenaga, hati, bahkan jiwa.
Hingga dari situlah sebuah ilmu berharga
Dan mengakar di sebuah raga.
Bila seseorang gagal menempatkan dirinya sebagai seorang pejuang ilmu,
Maka lepas saja almamater ilmu karena Allah tidak akan memberikan 2 hati didalam 1 jiwa.
Berat...,
Tapi itulah prosesnya. Jangan lupakan senjata kita. Memohonlah semoga Allah kuatkan jiwa dan raga.
Mari menangis menagih dan menanggung sebuah pilihan, Tesis.
Innallaha ma’ana. T_T

note: Ada yang punya atau nemu jurnal, KI, tesis, atau disertasi tentang Khauf (Takut) ?. Tolong info ya guys. Thanks. :)

Kamis, 13 November 2014

Janji 2014

Teman sehat?
Apa kabarmu?
Apa kau masih ingat dengan janjimu kepadaku?
Semoga ya :)
Aku masih menunggu janji itu. Hahaha
Untuk menagih dan menerormu.
Serta mengerjaimu. :)

Maafkan aku untuk sebuah kata.
Maafkan aku ya yang telah menyakitimu.
M a a f...
hanya itu yang bisa aku ucap untuk saat ini.
Semoga kau tak melupakan janjimu hanya karena aku menyakitimu.
Karena seorang sahabat bagiku lebih berarti dari siapa ya? :)

Teman, aku bercerita sedikit ya. Sedikit saja. ini rahasia kita.
Sttt, jangan bilang-bilang.
Terkadang aku ingin berkata pada semua orang, "Tinggalkan aku sendiri!."
Tapi disisi lain aku juga gak berani sendiri. haha.
Kau taulah siapa aku.
Akhir-akhir ini aku merasa agak sedikit mengalami masa-masa sulit.
Hingga harus menanti datangnya hujan untuk mengeluarkan sebuah sesak. Bukan Asma loh ya.

Hhmmm.. Begitu cepat kau meninggalkanku ya.
Semoga kau bahagia sajalah disana.
Setidaknya itu yang bisa ku doakan untukmu
Merelakan kepergianmu agak sulit teman. Maafkan aku ya.
Mungkin itulah skenario Allah untuk kita.
Aku berharap kita akan bertemu lagi diwaktu terbaik yang telah Allah tuliskan.
ntah bagaimanapun keadaan kita nantinya.
Apa telah berkeluarga atau jangan-jangan telah menggendong sang buah hati.
Allah telah menentukan semua itu pastinya.
Dan Allah juga telah menuliskan kisah yang telah kita lalui di lauhil mahfudz Nya.
Untuk menjadi orang yang istiqomah atau tidak. Seperti katamu padaku.
Teman... maafkan aku yang masih belajar.
Belajar semua tentang kehidupan.
Aku harap kau masih mau mendoakanku.
Saat ini aku masih berusaha merelakan ketidakberadaanmu bersamaku.
Merelakan kenangan, cerita-cerita dan masa lalu kita.
Semua tentu akan baik-baik saja.
All is well. Mungkin sulit. Tapi kita nikmati saja kesulitannya.
Toh selalu ada Allah yang akan mengurus kita.

Ternyata hari-hari tanpa mu cukup menguras tenaga.
Seperti kata ebith, "Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan,
Sayang engkau tak duduk disampingku kawan.
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan,
Ditanah kering bebatuan."

Begitulah,
Sahabat, kau tak mudah didapat dan tak mudah dilepas.

Jumat, 26 September 2014

Mencari kebenaran

Ternyata bekata "Tidak" itu membutuhkan keberanian. Setidaknya tubuhku masih bergetar sebagai pengganti istilah keberanian yang mungkin dipaksakan saat berkata tidak. Bismillah saja semoga ini yang terbaik. Bukan bermaksud sombong, pelit atau angkuh. Tapi mungkin, apa yang sudah aku jalani dari kehidupan membuat otakku berkata santun. Maaf dan Tidak walau itu butuh keberanian. Prinsip mungkin atau sesuatu yang di yakini untuk saat ini. Maaf ya Pak, semoga kau mengerti. Bukankah Rasulpun melarang kita seperti itu?. Bahkan MUI juga telah mengharamkan aktivitas meminta-minta itu. Aku takut hatiku mati, semoga saja tidak. Rabbi, semoga Engkau menunjukkan jalan kebenaran kepadaku dan kepada mereka semua. Aaminn.

Senin, 18 Agustus 2014

Tuhan..., ajariku cara berdamai

Tuhan..., ajariku cara tersenyum tanpa menyakiti
Tuhan..., ajariku cara berbicara tanpa melukai
Tuhan..., ajariku cara berpaling tanpa membenci

Ajariku cara berdamai Tuhan.
Berdamai pada diri sendiri,
Berdamai pada keadaan
Berdamai dan menyadari ke alfaan diri
Berdamai dan memperbaiki kekurangan diri.

Ajariku tak angkuh Rabbi,
Ajariku tak egois dan merasa benar sendiri
Ajariku untuk bisa berbagi dan bersama
Ajariku konsep ke islaman yang benar
tidak setengah-setengah
yang dapat menjadikan diri buta mata dan hati.
Dia saudara, mereka saudara, seiman malah.

Tuhan... ajari diri untuk bijak dan arif dalam melihat dunia
Lindungi kami  dari prasangka dan ujub.
Jauhi kami dari penyakit-penyakit hati.
Tetapkan diri dijalan ini
Karena aku lahir dari sini
Tak ingin ini terganti akibat kesalahan orang-orang kerdil
orang yang hanya bisa menyalahkan orang lain tanpa solusi

Lindungi hamba Rabbi...,
Sampai saat ini, aku masih cinta dengan lembaga kami
Karena masih banyak orang-orang besar yang mampu membimbing kami
Menjadi dan merasa sebenar-benar ikhwah di wajihah ini.
Karena kami Ikhwanul Muslimin.

Rabu, 07 Maret 2012

kita


Biarkan ku akhiri kisah kita kawan, karena telalu perih terasa mengenang masa yang kita lalui bersama
Biarkan ku simpan rapat cerita kita kawan, agar tak ada lagi luka dan kecewa yang kita rasa mengenang saat bersama.
Aku dengan diriku dan kamu dengan duniamu
Ini perih
Tapi tak seperih apa yang  telah terjadi
Ini menyakitkan, tapi tak sesakit duri yang menancap dihati
Kita, aku dan mereka
Biarkan ku lepas dirimu kawan
Lalu izinkan 30 hari aku bersemedi
Mengenang dan mempelajari hidup melalui hari
Hingga suatu hari nanti ku coba cari secercah lilin2 harapan disudut telaga hati ini. 1.10. rabu.7 0312

Senin, 06 Februari 2012

kangen ikhwah...

seumur-umur, baru kali ini rasanya aku sangat kangen sama ikhwah. Habis dengar lagu edcoustic, aku ingin mencintaimu kebayang mereka. suka, duka, amarah, bahgia dan semua. Semua dan semua...

ikwah itu emang beda dari yang lain. sangat dan takkan terganti.
saat PPL ke jogja, aku sakit parah. karena kecapean sebelum berangkat dan saat berangkat. jambi jojga ditempuh kurang lebih 3 hari 2 malam. kondisi teman-teman yang ternyata tidak sesuai dan fisik yang tidak kuat membuat aku berbagi pahala pada 2 rekan ikhwah ku di fakultas, atia dan susi.
kami berbeda jurusan tetapi sama-sama ADK baik di fak atau institud. saat itu. tepat saat berhenti di jogja keluarlah semua apa yang ada diperutku. orang yang pertama aku ingat dan ku minta bantuan adalah mereka, atia dan susi.
sebenarnya temanku banyak. tapi yang benar-benar menancap dan membekas ya mereka berdua itu. bayangkan apa yang akan kalian lakukan ketika baru datang ditempat yang sangat wah (dipikiran kalian), teah menghabiskan banyak uang, dan sedang ada yang dipelajari disana. lalu ada seorang anak tergeletak tak berdaya rasanya gak kuat... diantara sekian banyak orang hanya mereka yang mau benar-benar mengurusku. 4 tahun teman satu kelas dan walau hanya itu teman wanitamu masih tetap ia terpesona pada indahnya tempat itu dan pelajarannya.
terkadang rasa bersalah menghampiriku saat harus mereka berdua ku repotkan. tapi sungguh, aku bahagia ada mereka disampingku. ikhwah, saudara yang terikat lahir batin. bukan hanya fisik tapi hati.
ridhoi mereka rabb dengan cinta dan kasihmu. permudah segala urusannya, jadikan mereka keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah lengakpi dengan anak-anak shleh dan sholehah yang akan menyertai dan mengurus mereka hingga akhir kehidupan dunia. berikan sebaik-baik balasan untuk mereka rabbi... dan kumpulkan kami disyurga yang penuh dengan cintaMu. amin
salam cinta untuk ukhti atia, barakallahu lakuma wa baraka alaikum wa jamaah baina kumma bil khoir. maafkan ana yang tak bisa menghadiri acara bahagia mu. semoga nanti kita akan bertemu saat para buah hati tersenyum dipangkuan. :)
untuk ukhti susi, semoga dipermudah ukh. apa yang menjadi keputusan Allah untukmu takkan pernah bisa terganti. semoga dipermudah dan segera menggenapkan separuh dien.. salam rindu untuk kalian yang takkan penah ku lupa dan tak dapat ku balas. semoga kita kan berjumpa diwaktu yang lebih indah sahabat. :)

Rabu, 28 Desember 2011

tinggal menghitung jam. dan waktu akan berputar

wisuda kali ini, ntah mengapa rasanya tak ada sesuatu yang bisa menyadarkan dan membuat terharu bahwa wisuda akan tiba.
bermacam perihal dan pikiran dari masing-masing sarjana. ada yang berbahagia, banyak bahkan.semoga semua.
tapi ada juga yang sedih, ada pula yang binggung mengatur siasat bagaimana nanti haruskah bersalaman dengan rektor.heh
perbuatan yang nyata butuh keberanian yang kuat. semoga:)
terlalu banyak cerita dan kisah yang sudah dilukis selama 4 1/2 tahun disini. dan ternyata waktu itu belum cukup banyak
untuk membuat suatu perubahan yang berarti di kampus ini.
pernah kebayang, saat engkau sedang duduk bersantai menghadiri pesta yang engkau adalah tamu istimewanya
tapi di sebalik itu, kau akan kehilangan orang-orang, tempat berkumpul bahkan koleksi-koleksi mainan mu dirumah itu.
apa yang akan kau lakukan?
berbahagia?
bersedih?
berduka?
marah?
atau terdiam?
disaat mereka turut tersenyum melihat keberhasilanmu. walau sebenarnya ada sedih yang coba mereka sembunyikan karena berharap
kau masih bisa menemani dan melangkah setahap demi setahap diwaktu indah, apalagi diwaktu perang ternyata baru dimulai.
ada yang bisa berkomentar lewat hati?
apa posisi yang paling nyaman untuk diterjemahkan disini.
dibawah titik nadir itu, ku tahu para adik-adik cobamenyembunyikan ketakutan, keresahan, dan kebimbangannya nanti.
bahkan sesekali terucap. atau sedikit berkaca-kaca. apalgi saat ku katakan "Jambi or no"
tuhan, apa aku mendzolimi?
siapa yang akan tahu taktir atau siapa yang bisa merubah takdir. lurus saja setia pada kebaikan, katanya. dan jalani takdir dengan indah
lalu berkatalah sang pujangga "isi hatimu, cukup kamu yang tahu"

Senin, 12 September 2011

usaha atau hasil ??

Kalo seperti ini wajar saja orang yang sakit tidak kerasan tinggal dirumah sakit. Toh ternyata petugasnya sendiri tidak mengerti etika dirumah sakit. Kukira hanya penunggu saja yang cukup menahan hati karena tingkah laku mereka. Eh, ternyata pasien juga.
Wajar aja. Gimana gak pusing, orang sakit kan butuh ketenangan. Eh malah dia sibuk sana sini becanda bersama teman petugas lainnya. Belum lagi cleaning servis yang tanpa permisi mengusir keluarga penunggu. Tanpa senyum dan basa basi lagi.

Hmm.. susahnya kalo bukan bekerja dari hati. Wajar saja mereka sewenang-wenang. Toh penghasilan mereka digaji oleh negara. Mau masuk atau tidak, mau ramah atau tidak, mau bekerja atau tidak, tak kan berpengaruh terhadap gaji mereka. Tinggal suruh-suruh anak koas, selesai. Padahal orang sakit bukan bahan percobaan praktek untuk anak koas. Ia kalo mereka sudah tahu dan pinter. Naasnya teryata mereka tak bisa apa-apa hingga sang pasien harus menderita 2 kali karena sakit yang diderita dan sakit karena melihat tingkah laku beberapa petugas kshatan yang tidak paham etika kesehatan.
Lebih kasihan lagi bila yang sakit orang miskin...hmmm...susah deh pokoknya. Dunia-dunia.
Ada bocoran nih, ktanya malahan salah satu petugas yang bekerja di tempat ini pun bila sakit tidak mau dirawat disini.(hebat ya!! Rumah sakit apa siih ini.) mereka lebih memilih tempat yang jauh dan swasta daripada milik pemerintah walaupun bekerja disitu jiga. Miris ya...

Andaikan bisa ku pecat mereka-mereka yang tak tahu etika, biar digantikan dengan orang yang lebih paham cara mengurus, merawat dan memperlakukan pasien. Amin... mudah-mudahan akan diganti dengan yang lebih baik. Pasti tempat ini nyaman dan setiap pasien tak perlu lagi mengeluh dengan hal ini. Jadi pengin punya rumah sakit sendiri, biar bisa ngalahin rumah sakit swasta nonis yang lebih banyak diminati termasuk muslim...sedihh....

Memang sepatutnya semua dinilai karena usahanya.
Hmm...
Tuhan, berikan kami kesabaran. Semoga akan diganti dengan orang-orang yang arif, bijaksana, santun, mengerti dan lebih baik lagi. Amin..

Selasa, 09 Agustus 2011

STS bengkak

gigit

cubit

cakar

tokok-tokok jadi dendeng

remes-remes mpe hancur

tadi aku ke kampus biru. jaga stand dan bagi-bagi brosur kegiatan untuk maru. gak taunya "mereka" beraksi lagi (orang-orang yang selama ini suka mengambil brosur ldk dan membuangnya setelah kami membagikan. ggggrrrr!!! tapi, kali ini berbeda. kami temukan ia dan barang bukti, walau memang bukan dia yang menggambil, tapi brosur kami berada ditangannya sudah krunyuk-krunyuk dan hancur. ihhh jadi sedih.(tapi kok baru pengen nangis sekarang ya. padahal tadi aku tenang-tenang aja. malah mengintrogasi mereka supaya ngaku!!! huhuhu... lagunya melow sih...
ih, sedih ya...T_T berat banget bebannya untuk memperbaiki dunia ini. jadi ingat wajah ketum ldk yang udah pesimis gak mau lagi bagiin selebaran. dan sedih deh, lihat wajah sekretaris yang dengan murung mengemasi barang stand. hhmmm emang berat cobaannya. kebayang gak sih... kita cuma ngasih selebaran untuk maru eh tiba-tiba selebaran kita dirobek, diambil, di kruyukk dan adik-adik maru dimarahin gak boleh nerima selebaran lagi. jadi sebenarnya yang boleh apa??? gak boleh berorganisasi atau gak boleh ikut organisasi yang lain selain mereka..
aku sebell...!!!

jadi mahasiswa tapi pemikiran anak tk. gak malu sama umur. beraninya ambil belakang. pas dilabrak malah lari. maunya apa siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiihhhhhhhh!!!!!!

gak malu sama maru, gak malu sama umur, gak malu atau gak tau malu.
kalo iri lihat organisasi lain kreatif jangan kayak anak bebek kehilangan gigi. belajar dong. tiru kalo gak bisa bikin sendiri. jangan main rusak karya orang. gak tau apa susah buatnya..


aduhhh... mahasiswa atau pra siswa sih?? gak diajarin kali ya di organisasinya bersaing secara fair. mau dicakar, atau dijambak.
gaya jenggotan tapi kelakuan nauzubillah. bolehla nenteng nama panitia bem tapi aslinya anak tk...

aku sedih...
kasihan maru, kasian ketum, kasihan teman-teman.
semoga tidak patah semangat
amin ya Allah...
kuatkan kami ya Allah
Astargfirullah...


insyaAllah...insyaAllah..
insyaAllah we'll find the way