BUMI TIDAKLAH BERPUTAR, SEBELUM DIPERINTAHKAN UNTUK BERPUTAR
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Desember 2014

Episod diri

Hari, apa kabar? kita bertemu lagi di pagi ini dengan tiap episod2 diri menjelang berakhir tahun 2014 ini. Alhamdulillah, kita masih bisa bertemu. Akupun tak sanggup membayangkan bila ternyata esok tak diizinkan bertemu denganmu lagi. Bukan karena tak sanggup, tapi tak siap. Tak siap menyiapkan bekal masa panjang, Akhirat.
Hari, kau telah bergulir bersamaku lebih dari 9210 kali. Waktu yang dibilang tak singkat. Kau membuatku bahagia, sedih, terluka, tertawa, kecewa, terkejut bahkan terkagum melihat keajaiban-keajaiban hidup yang kau suguhi. Berkali-kali aku jatuh, berkali-kali aku letih, berkali-kali pula Allah beri cinta. Tanpa bosan apalagi terpaksa.
Hari, hal apa yang berarti yang telah aku tinggalkan untuk aset surgawi?
Hal apa yang bisa ku banggakan saat menghadap sang Rabbi?
Mampukah kau membantuku dalam menjawab pertanyaan itu nanti?
Hari... ku tak pernah tahu sampai kapan ku akan menemanimu untuk berbagi cerita dan pagi.
Terkadang sulit kurasa membuka mulut untuk sekedar bercerita tentang kisah hari ini.
kaulah yang diberi tugas untuk menjalani. walau tetap takdir dan kitalah yang menentukan sikap kita pada tiap peristiwa.
Hari, apa kabar kau pagi ini?
Mengapa kau terus saja bergulir tanpa pernah berhenti semenit atau bahkan sedetik. Tahukah kau, aku telah menghabiskan ratusan juta ribu detik dengan kesia-siaan dan keterlenaan.
Dimana kau saat aku tak berdaya dan sepi? Mengapa tak kau ingatkan aku saat lalai dan santai.
Andai kau bisa bicara, pastikan kau katakan, "Ayo teman, bangkit. Bangunlah."
Aku terlalu tak menghiraukanmu. Kisah hidupku terkadang membiusku. Untuk ukuran galau dan pilu, aku pasti menciut. Sedang bahgia kadang menghipnotis jiwa.
Fokus kata ustadz. Mungkin itulah yang kan kita coba untuk jalani. Agar efisiensi waktu terasa berarti.

Tapi, tak bolehkah aku menitikkan air mata untuk melepas kacamata yang menujukkan bahwa aku hanyalah manusia lemah. yang juga sedih saat ditinggalkan, yang juga marah saat disepelekan. Hmmm.. kau juga manusia hati, menangislah bila itu mampu mengobati luka. Hingga ingin rasanya ku berteriak, "Jangan pergi!." Aku sudah cukup merasakan kehilangan akhir-akhir ini. Haruskah kalian pergi lagi saat ini??. Mengapa? mengapa disaat yang berdekatan. disaat sedihku baru akan reda, kalian akan pergi juga?. Adek, inilah tarbiyah. tarbiyah hidup yang kini coba kujalani pelan dan perlahan. Aku tak sanggup. Tapi Allah tak akan membebani seseorang diluar batasnya. Tuhan..., Kuatkan! hidup ini betul-betul mentarbiyahku. Semoga dengan perjalanan tarbiyah ini menjadikanku lebih baik, kuat, dan semakin dicintai olehMu. Ampuni segala khilaf dan salahku Rabbi. Maa Lana Ghoiruka ya Allah, Nastargfirullah. Kami tak mempunyai siapapun selain Engkau ya Allah. Tolong, ampuni kami.

Rabu, 10 September 2014

Mama Terhebat

Orang terhebat dalam hidupku pastilah Mama. Yang berjuang antara hidup dan mati untuk membantuku merasa sebagai khalifah di bumi Allah. Walau mungkin mama terkadang agak sedikit ceriwis apalagi bila sudah menyangkut masalah sekolah. Hmm.. Plis deh Mai... (Panggilan dari Syadza kecil karena belum bisa bilang Nyai). :)
Tapi yang namanya ibu-ibu yah, apalagi kalau udah punya anak. Mungkin sudah jadi kodratnya ceriwis. hihi
Hanya terkadang siapa juga yang mau diceriwisin gitu. hehe
Tapi seberapa ceriwisnya Mai, Alhamdulillah tak pernah main tangan dengan anaknya. Hari ini setelah sekian tahun aku bersama Mai baru menyadari Ia adalah mama terhebat. Sangat. Melebihi mamamia lainnya mungkin. hehehe jangan ngiri ya. ini Serius. :) Membanggakan mama sendiri, Kalau tidak kita siapa lagi. :)

Mai..., Ia sosok yang tidak gampang menyerah kurasa. Ide dan kerja kerasnya lah hingga akhirnya berdiri sebuah yayasan dan TK dirumah ini. Hebat. Mama sudah punya yayasan dan tentu tak lepas dari ridho, kerja keras, pengorbanan dan perjuangan Papa. Dibalik Istri yang hebat terdapat suami yang kuat.hehe kebalik. bukan kebalik, tapi timbal balik. Tapi ketika sangkut paut masalah administrasi, inilah yang membuat kami para anak menjadi keki. Lagian tak satupun dari kami sekolah di kejuruan apalagi TK. Bismillah Mai... niatmu sungguh mulia. Maafkan aku yang baru bisa mengenalmu kini. Semoga menjadi amal jariyah. I Love u Full Mai... Selalu dan selamanya.

Mengenang masa lalu 2

Datuk apa kabar...
Aku rindu ingin berjumpa.
baru saja ku tulis surat untuk Moyang Usman, berharap rindu pada Moyang Soleh, H. Soleh, dan Moyang Boto' juga begitu. Aku memang cicit yang tak berguna mungkin tepatnya belum. Jauh sekali antara aku, kalian dan mereka. Datuk, apa kau masih mengingatku, saat kau gendong diriku diatas pundak. kita bermain ditepi sungai Batanghari. Datuk..., hanya itu yang aku ingat dari kita dan pesan terakhir yang kau sampaikan saat sebelum Izroil menjemput, "Jangan lupa ngaji dan sholat". Aku belum mengerti arti kehilangan saat itu, karena mungkin umurku belum genap 8 tahun.
Datuk.., seminggu yang lalu tepat di 2.30 pagi hari, Agus telah kembali. Anak laki-lakimu satu-satunya orang yang ketika kecil kupanggil datuk karena saking miripnya Kau dan Ia. Aku seperti melihat wajahmu kembali didirinya. Waktu itu aku tidak mengerti, aku bermanja padanya seperti aku bermanja padamu. hinga kinipun aku sering terucap namamu padanya.
Hari itu, aku menghantarkannya untuk bertemu denganmu dialam barzah. Aku bersedih, teramat. aku seperti melihat dan mengenangmu kembali. Saat badan kekarmu menggendongku di pundak. Aku kangen.
Datuk, satu yang aku tangkap dari cerita orang tentang Agus, Ia adalah imam besar di Masjid Muhajirin tak pernah satu sholatpun ia absen dari masjid saat ia sehat. Bahkan saat sakitpun ia masih ingin pergi ke Masjid tercintanya. Hingga saat Izroil menjempunya tepat pada saat mobil melewati Masjid yang selalu di kunjunginya. Aku salut dan bangga padanya. serta padamu yang mengajarkan banyak hal padanya.

Datuk... aku masih ingin bermanja denganmu saat papa atau mama memarahiku karena kemalasanku. Kalianlah tempat pelarianku. Datuk dan Nyai. Datuk, sama seperti Moyang Usman dan Moyang Soleh, ternyata dunia terlalu singkat untuk mempertemukan kita. Banyak hal yang belum kau ajarkan pada cucu dan cicit kecilmu ini. Aku kangen kalian sangat. Do'akanku semoga bisa meniru kalian. Terimakasih telah menjadi Datuk, Nyai dan Moyang yang terbaik untukku.
#Datuk Zen

Mengenang masa lalu

Datuk..., apa kabar?...
Perkenalkan, ini aku cicit yang mungkin tak pernah bertemu.
Datuk, apa kabar..
Aku hanya mendengar kisahmu dari Papa yang sering diceritakan oleh Nyai.
Datuk, apa kabar...
Aku rindu dan ingin bertemu.
Kenapa kita tak berjumpa padahal banyak hal yang ingin aku tahu darimu dan ingin aku pelajari darimu.
Datuk, apa kabar..
Aku ingin mengetahui setiap hal, mendengar cerita, dan belajar banyak darimu hingga aku tak perlu belajar lagi dari oranglain.
Datuk.. mengapa kita tidak bertemu
Aku ingin sedikit saja menemukan jejak-jejak hidupmu untuk ku gengam dan ambil sebagai pegangan.
Datuk.. Apa kau tidak ingin menceritaka rahasia antara Moyang dan cicit?
Mari kita membagi rahasia, rahasia yang hanya kita berdua yang tahu.
Datuk.., perkenalkan, aku cicitmu
Seorang manusia yang masih tertatih mencari dan memahami arti hidup.
Datuk.., Dunia ini memang terlalu singkat untuk tempat kita bertemu.
Aku rindu padamu.
Maafkan aku yang telah mengecewakanmu.
O iya satu lagi, aku lupa berkata, Anakmu anak yang sangat hebat Tuk, anak yang sangat sabar. Aku bangga memiliki Nyai seperti anakmu. Engkau pasti ayah yang hebat. Oiya aku tak pernah mendengar cerita tentang Moyang perempuan, Ia pasti sangat cantik dan menawan buktinya kau ada bersamanya. Salamku untuk Nyai. Aku rindu kalian dan entah bagaimana kita ku bisa mengikut jejak kalian. Semoga suatu saat aku bisa menemukan buah cinta yang kalian rajut dikehidupan. Do'akanku datuk moyang. Datuk Usman.

Kamis, 14 Agustus 2014

Obrolan meja makan


Hari ini aku bersyukur, karena masih bisa Allah pertemukan dengan keluargaku. Haru rasanya melihat mereka. Agak sulit bila ku ungkap dengan kata.
Sore kemarin aku berbincang bersama bibi, tak sanggup rasanya untuk memutar beberapa bulan lalu saat suami tercinta telah duluan menghadap Ilahi. Hingga kinipun sebenarnya masih tak sanggup, aku takut membuatnya terluka atau aku takut menyentuh sedih yang selalu ia tepis. Bibi sendiri dirumah, tinggal bersama datuk dan nenek. Dita sekarang sedang berjuang menyelesaikan tesis agar cepat bisa kembali ke Jambi dan menemani bibi. Pipit sedang meneruskan kuliah, dengan rasa tega tak tega bercampur sedih dan khawatir ia harus berangkat ke palembang karena sudah harus kuliah. Berikan ketenangan hati dan cintaMu Rabb. Amin.
Pagi ini aku bermain kerumah nenek dan datuk, mereka berdua karena bibi sedang kerja. Aku sedih tapi itu cambuk dan peringatan buatku. Datuk selalu mengingatkanku dengan kata “Padek-padek belajar, jangan leko”, “Elok-elok, datuk bedoa terus kamu siko berhasil”. Kata-kata yang keluar dari seorang yang dulu ku kenal gagah, kuat, dan rajin kini telah lemah, dan sangat rentan.
Aku teringat ketika pak meninggal, saat itu aku dan abang langsung mencari tiket pulang. Ke galauan menimpa. Dan air mata berkumpul saat ku lihat di rumah sudah berdiri tenda, banyak kursi dan lalu lalang beberapa pelayat. Almarhum baru saja dikuburkan, selang beberapa menit kami sampai dirumah. Tangis kami pecah melihat datuk dan nenek. Langsung kucari papa dan mama.
Belum berani ku lihat bibi di sebelah, karena kami masih berlinang air mata, begitu pula abang. Dari besar hingga kini, tak pernah ku lihat ia menangis. Kali itu langsung keluar dari mulutnya “Abang sedih, gak pernah pulang dalam keadaan begini” sambil menangis.
***
Terulang lagi kata-kata itu, datuk merasa kenapa harus menantunya yang duluan pergi. Datuk terkadang sering berharap . Mungkin datuk merasa kesepian, karena tidak ada lagi teman-temannya di tempat fana ini. Yang lebih muda kadang telah mendahului. Aku selalu bingung bila ia berkata begitu. Aku hanya diam. Kalau aku pribadi ingin datuk dan bahkan semua hidup lama bersamaku karena ku takut sendiri dan tak mau kehilangan. Tapi apa aku harus egois?. Aku masih ingin berharap ia disini melihatku dan anak-anak. Tapi, sepertinya ia benar-benar tidak tertarik pada fana ini. Ia kadang berdoa untuk bertemu kekasihnya. Tapi aku tak mau kehilangan. Berikan yang terbaik untuk Datuk ya Allah... karena kami milikMu. Ampuni dosa-dosa kami, mudahkan kami untuk menghadapMu, matikan kami dalam keadaan khusnul khotimah, jauhkan kami dari siksa kubur dan siksa neraka, masukkan kami kedalam surga FirdausMu Rabb.. Amin ya Robbal ‘alamin
***
Pagi ini kami berbincang di meja makan, kami berbicara tentang keberangkatan lisa dan aku. Lisa berangkat besok pagi. dan diriku mungkin bulan depan jawabku pada nenek. Nenek berkata, “Bentar lagi selesai la dak yuk”.
“Iyo nek, insyaAllah bentar lagi selesai”
“Yo, udah tu balek la dak”
“Iyo Nek, udah tu balekla. Dak enak jugo disano.” Karena aku gak bisa ngapa-ngapain disana. Kalau disini mah insyaAllah fasilitas lengkap, kalau mau pergi tinggal ngidupin motor. Go. Coba kalo disana, lihat uang didompet dulu, jalan kedepan, naik angkot berkali-kali, belum lagi macet. Ya Allah, ampun dah. Habis diongkos, waktu. Kuat-kuat iman aja dah disana. J lagian kalo disini kan dekat dengan ortu dan keluarga. Yeee.... ups, balik lagi ke cerita diatas. Ternyata belum selesai sampai disitu. Nenek masih melanjutkan obrolan tadi.
“Iyolah, biak pun jelek gini, kampung awak jugo dak. Balekla.” Gubrak,.. nyelekit, sesek rasanya. Langsung ingat disana, semua kegiatan dan aktivitas disana. Akankah bisa secepat itu ku lupakan dan hapus dari diri?. Biarlah Allah yang menentukan nanti. Karena mungkin aku sudah cinta dengan MD, para Ustadz, suasana, kesibukan dan teman-teman disana. Itu yang sangat memberatkan. Biarlah Allah yang menetapkan. Tapi ku ingin semua tahu, ummi, kami bahagia dan senang berada di MD. Terimakasih untuk kesempatan dan kepercayaanya kepada kami. We love you Ummi, We love MD. Kalian selalu di hati.

Rabu, 13 Agustus 2014

Temu Alumni 2014


Alhamdulillah pada tanggal 6 Agustus 2014 yang lalu Ikatan Silaturahmi Alumni LDK Al-Uswah (ISLAH) telah selesai menyenggarakan Halal bi halal dan Silaturahmi alumni 2014 yang bertempat di rumah tercinta. Akhirnya kesampean juga untuk bisa menjamu para kader dakwah ini. Alhamdulillah. :)
Hari itu hari rabu, hari ke 10 lebaran tahun 1345 H. Suatu kesempatan yang masih kental dengan suasana idul fitri. Hari yang cerah dengan segala pernak pernik alam. Setelah hari sebelumnya jambi diguyur hujan dari pagi hingga sore dan tepat esoknya pula awan kembali menurunkan hujan. Suatu berkah Allah yang dilimpahkan kepada hamba Nya.
Pertemuan kali ini di pelopori oleh Alumni IAIN LDK Al-Uswah Angkatan 2007 dengan Heri Santoso sebagai ketua tim silaturahmi tahun ini, yang dahulu juga merupakan ketua LDK 2011-2012.
Ada sekitar 40 alumni ditambah beberapa kader rekomendasi, dan 4 bocah generasi penerus yang hadir pada acara ini. Tentunya masih banyak lagi alumni, keluarga, dan para mujahid dan mujahidah keluarga Al-Uswah yang belum berkesempatan hadir pada acara ini. Semoga dilain waktu kita bisa berkumpul lagi dan berkenalan kembali dengan para keluarga besar kita LDK Al-Uswah dimanapun berada. Aamiin. Waktu telah membuktikan semua, dan kini kita yang melihat bukti. Keluarga kami bertambah, dan ikatan kami semakin kuat. Dengan segala perjuangan dan pengorbanan yang telah dilewati dan dirasakan bersama. Alhamdulillah Allah pertemukan kembali dalam keadaan yang lebih baik lagi. Semoga ikatan ini kekal hingga ke Jannah-Nya. Aamiin

Berikut beberapa nama yang berkesempatan hadir pada acara ISLAH 2014

·         Akhi Hamidi (Tarbiyah-PBA) angkatan 2002 yang menjabat sebagai ketua LDK Al-Uswah 2007-2008, menggantikan akhi Margono (Ushuluddin-Dakwah) sebagai ketua pertama LDK yang dahulu namanya bukan LDK melainkan ... saya lupa. :)
Kata-kata akhi Hamidi yang masih terngiang oleh saya ketika diceritakan oleh senior ketika rapat pada masa awal adalah “Ikhwah tolong jangan dzolimi ana dengan kediaman antum”. Karena ketika rapat saat ditanya usulan dan pendapat semua pada diam. Bukan karena takut, tapi karena tidak tahu harus apa dan bagaimana. Subhanallah untuk para pendahulu. :)
Beliau menikah dengan seorang akhwat bernama Kak Hiza yang merupakan kakak mentoring pertamaku di MAN Model. Hehe. Dunia ini memang sempit kawan. Dan telah di karunia seorang anak.   
·         Akhi Masbuhin (Syariah-EI) angkatan 2003 yang menjabat sebagai ketua 2008-2009. Denger-denger beliau pernah mendapatkan tawaran beasiswa atau pertukaran pelajar ke Jepang. Wow..
Sudah menikah dan dikaruniai 2 orang anak. Beliau pengusaha mandiri yang sukses dibidangnya. Dan sangat bersemangat didalam agenda-agenda dakwah. Jempol untuk kak Buhin.
·         Akhi Rujikin (Ushuluddin-Dakwah) angkatan 2006 yang menjabat sebagai ketua 2009-2010. Yang ini lebih unik lagi karena aku menyaksikan langsung proses pengangkatannya sebagai ketua. Sebelum di calonkan sebagai ketua, beliau menelpon ibunya di kampung untuk minta restu dari ibu. Dan ternyata setelah ditetapkan terpilih beliau menangis tersedu-sedu karena takut tidak bisa menjalankan amanah dengan baik.
Beliau menikah dengan kak Yulita Sawani (Tarbiyah-KI, 2004), kakak yang kusangka kutemui pertama kali ketika tes di kampus biru, ternyata bukan beliau melainkan kembarannya. Kini mereka dikarunia 2 putra bernama Muhammad Farhan Al-Ghifari dan Muhammad Fatih Al-Farisi.
·         Ketua selanjutnya adalah Akh Edi Kurniawan (Syariah- AS)tahun 2010-2011. Saat ini sedang menyelesaikan S2 di Malaysia. Dan berhalangan hadir pada acara kemarin.
·         Akh Heri Santoso (Tarbiyah-PAI) angkatan 2007 yang menjadi ketua tim pada acara ini. Menjabat sebagai ketua pada tahun 2011-2012. Saya tidak terlalu ingat saat pengangkatan beliau menjadi ketua. Hanya yang paling saya ingat adalah ketika beberapa ikhwah 07 sudah pada menyelesaikan skripsi bahkan ada yang di wisuda, ketika rapat sempat tercetus dari mulut beliau merasa ditipu, karena dahulu ketika pemilihan sebagai ketua beberapa pendukungnya berkata akan membantu tetapi nyatanya ia merasa ditinggalkan oleh para pendukung yang duluan skripsi ataupun wisuda. Hehehe. Sabar teman, dunia ini memang kejam. J itu dulu, dan hanya sebuah cerita. Kini beliau melanjutkan study di Ma’had Qur’an Al-Hidayah, Jakarta Timur.
·         Ketua selanjutnya yang berhalangan hadir adalah Akh Ahmad Budiman (Tarbiyah-Biologi) angkatan 2009. Menjabat ketua tahun 2012-2013. Ketika pemilihan ketua saya tidak bisa hadir karena pas-pasan dengan jadwal keberangkatan ke kota rantau. J. Kini beliau melanjutkan study di Ma’had Qur’an, Bandung.

Lalu menyusullah beberapa nama ketua Al-Uswah hingga saat ini. Hingga rantai itu terus bersambung dan tidak akan putus selamanya. Aamiin..
Teringat sebuah kata, taklimat atau ultimatum dari para senior kepada kami “Ketika rantai dakwah itu terputus di antum, maka antum telah berlaku zolim kepada para pendahulu antum”.  

Baiklah, itu tadi beberapa nama ketua al-uswah dan keluarganya. Lalu, apalah makna seorang ketua tanpa para anggotanya. Berkat para anggotalah mereka bisa menjadi ketua. SETUJU??. J
·         Angkatan 2004 ada Akh Mardon (Ushuluddin- IJ)
·         Angkatan 2005 ada Akh M. Ulil Absor (Tarbiyah-BI)
·         Angkatan 2006 ada Akh Ahmad Nasuha (Adab-BSA), Akh Sarnubi (Tarbiyah-PAI) yang hadir bersama mujahid kecil bernama Jihad, salam buat ummi ya nak.:)
·         Angkatan 2007 ada Akh Andi Hermanto (Tarbiyah-PAI), Akh Sumarno (Tarbiyah-BI), Akh Taufiqurrohman (Tarbiyah-BI), Akh Aman (Tarbiyah-PGMI), Ukhti Rubiyanti (Tarbiyah-BI), Ukhti Susi (Ushuluddin-AF) yang hadir bersama suami dan anak pertama bernama Azizah, dan tak lupa yang gak mau ketinggalan ada Rafiqotul Ifadah (Ushuluddin-TH) hidup TH Hehehe.. SARA J
·         Angkatan selanjutnya 2008 ada Akh M. Amrullah, Akh Syaiin (menikah dengan Ukhti Dewi angkatan 2007). Lalu angkatan 2008 yang hadir ada Ukhti Samsinar, Ukhti Retin, Ukhti Yuliya, Ukhti Nisa dan Ukhti Desi.
·         Angkatan yang paling subhanallah 2009, karena pada masa perekrutan untuk angkatan inilah yang kurasa gencar-gencarnya intimidasi dari teman kita tersayang. Hingga para kakak-kakakmu ini dek, diancam akan dimasukkan ke penjara bila tetap melakukan acara tersebut. Dengan hati berdegap-degup (bahasa apa ini.) bercampur rasa takut dan tawakal ilallah bila harus di seret ke LP karena tidak ada surat izin acara (kata sohib kita). Semalaman cemas dan pagi hari bimbang, minta izin ortu bila tidak pulang ke rumah.bismillah... kami datang menemui kalian di kampus mendalo yang saat itu kalian sudah ramai berkumpul disana dan ternyata kita di Boikot. Kalian saksikan bukan. Antara ketakutan dan keberanian kami menemani kalian memasuki gerbang, dengan sorot mata tajam dan suara ancaman toak dari para teman kita. Mungkin kalian juga demikian, demikian ketakutan dengan tingkah pola mereka. Tapi kami salut, kalianlah yang terhebat untuk tetap berada di jalan ini. Karena mampu menghadapi intimidasi-intimidasi tak bertanggung jawab dan bertahan hingga hari ini. Barakallah..
Beberapa yang hadir pada acara ISLAH kemarin adalah Akh M.Taqdir Wibowo, Akh Heri Supianto, Akh Karman, Ukhti Yanita, Ukhti Robiyanti, Ukhti Darni, Ukhti Umi, Ukhti Fadil, Ukhti Eka dan Ukhti Fitri.
·         Ditambah beberapa kader rekomendasi yang tidak bisa disebut nama dan salam ukhuwah dari para alumni yang belum berkesempatan hadir di Silaturrahmi tahun ini.

Alhamdulillah, kami masih ada disini. J

Beberapa hasil yang didapat dari pertemuan singkat sore itu adalah:
1.       Pemberdayaan grup Alumni LDK Al-Uswah. B agi yang belum bergabung, monggo bergabung. Bisa memberikan masukan, saran, kritik, info, kabar-kabari (maksudnya kabar bahagia gitu) dsb. yang menyangkut dengan kelembagaan LDK Al-Uswah ataupun Keluarga besar kita.
2.       Donasi dari para alumni minimal 10.000 setiap bulan untuk kegiatan-kegiatan LDK Al-Uswah. Bisa langsung atau via ATM.
3.       Pertemuan rutin tahunan ISLAH semoga bisa di aktifkan kembali.

Begitulah kurang lebih yang terjadi pada agenda ISLAH 2014 tahun ini. Semoga di tahun mendatang ada cerita-cerita yang lebih menarik lagi untuk Al-Uswah. Aamiin...
Barakallah...


Rafiqotul Ifadah. 130814. 0105

                                                                                                                                                    

Rabu, 07 Maret 2012

Sepetik cerita FLP Jambi

Seserahan Amanah keuangan, silaturahim dan maaf2an sebelum menjalankan tugas yang lebih Wow lagi.:-)

Upgrading FLP sesumbagsel. weh, hebat jambi euy...dengan bermodal semangat, keyakinan dan amanah :) akhirnya TFT ini berhasil... yeee!!!
dan menghasilkan utang... ups harus tetap tersenyum dan ikhlas :-) karena paada akhirmya kita mendapat reaeki yang datangnya tidak diduga-duga. alhasil hutang lunas. mau tau dibalik layar terciptanya upgrading ini? baca postingan prtama kali blog ini. hehe.. karena dari situlah aku niat menulis kembali didalam blog maya ini.:) cayooo...!!
nb: Sst bocoran dikit, itu spanduk orange sebelum acara dimulai hampir jatuh gegara aku :) untung ada kak ninuk akhirnya mbak sukma gak jadi cemberut deh. hehe.. hmm... jadi kangen sama mereka. salam kangen semuaaaaa... :-)

Loh, ini kenapa ada foto kesasar?! wah salah kamar ini... tapi kyuttt ya. hee. Shaqila Dhiya el Syadza... keponakan pertamaku dan sah lah akhirnya aku dipanggil "Ammah...."


Launching buku "Negeri Cinta Batanghari" (NCB) buku kedua karya FLP Jambi setelah "Bidadari dari Bajau" (BDB) dan akan menyusul karya-karya hebat lainnya dari FLP Jambi. Semangat!!! :)

Sabtu, 28 Januari 2012

:-)

seminggu lagi.
tepat dihari ini, mubes ldk hari pertama kan terjadi
dan aku akan memulai perjalanan baru
tanpa kalian disisi
seminggu lagi
rasanya ingin ku tuang semua rasa dihati
tapi rasul berucap "air mata boleh mengalir, tapi mulut tidak boleh mengucapkan kata-kata yang tidak diridho'i" ketika kehilangan satu-satunya anak lelaki yang dicintai.
lalu, apa aku masih berani membantah?
seminggu lagi...
mungkin semua akan berubah dalam kehidupanku
tak ada lagi pergi pagi pulang petang
tak ada lagi rapat-ngungsi-rapat. rapat-bikin tugas-kajian. gak ada lagi seminar-beli snak-tanda tangan-jemput pembicara-antar peserta.
tak ada lagi trainer-Coratcert mania-acara. tak ada lagi outbond-masalah-training.tak ada lagi intimidasi09-keberanian-tantangan-silaturahim
kelaparan-kecapean-keletihan-bahagia-puas-sedih-luka-sakit hati-cemburu-semangat-cinta dan kekeluargaan.FLP-LDK-Trainer-FPRJ-Mentoring-FSI-KAMSAT-Relawan Indonesia
semua ku coba ikhlas.
kalian dan kita lah yang membentuk sosok lemah mnjadi tegar
dan yang lebih perih saat harus jauh dari papa dan mama tercinta serta mereka yang ada disana.
cinta itu rasanya telah mendaging
walau kau kata aku lebay
tapi tidak pada rasa
mungkin ia kan kata juga pada derit-derit pembaharuan.
sulit,
takut, ragu dan panik

terbayang sosok rasul dan sahabat ketika harus hijrah ke madinah
terbayang abdurahman bin auf yang pergi tanpa membawa hartanya
terbayang perihnya seorang istri harus meninggalkan suami yang tidak satu keyakinan
terbayang perihnya nabi nuh ketika anaknya membangkang tak akn naik ke perahu disaat detik-detik maut
semua.. semua.. semua hanya ujian

semoga kepergian kali ini
membuat sosok cinta lebih mengenal, memiliki, merasakan dan memahami arti cinta dalam konteks yang lebih indah dan cinta. semoga... dan amin...
terimakasih cinta, tetaplah lindungi aku dalam cinta. amin

Sabtu, 21 Januari 2012

Iseng doang

Asyik... malam mingguan berjumpa blog tercinta bersama laptop pinjaman, Alhamdu..lillah...:)
yuk kita berbagi..
Selepas magrib mataku tertuju pada vini manis yang selalu menemaniku.
kuda besi yang menemaniku menyusuri hari.:)
mataku terhenti pada goresan-goresan yang ternyata ketika ku perhatikan lumayan banyak
dan aku baru tersadar beberapa hari yang lalu tepatnya hari kamis aku jatuh dari motor..hehehe
ingatan manusia memang payah yah. baru 2 hari aku sudah lupa kalo aku pernah jatuh dari motor.
memang Alhamdulillah akunya gak papa hanya kasian vini. ternyata dia lecet lumayan lah tapi gak papa.
ceritanya pagi itu aku masih rada letih, lesu, lunglai, lemah, hehehe opo iki. mungkin energiku perlu di isi ulang
dan hari rabu puncaknya susah bangun. hari kamis sebenarnya belum terlalu kuat. hanya harus ketemu dosen untuk acc perbaikan. nasib jadi mahasiswa.:0
paginya udah niat mau nebeng papa. hanya ada selisih tambah sehingga aku mengurungkan niat dan mau tidak mau bertualang lagi bersama vini tercinta.
Paginya ternyata vini belum makan, alhasil di pom bensin ngantri...lumayanan. lalu pergi ke rumah dosen, gak ada orang
hunting lagi ke telanai gak ada juga akhirnya terbang ke sungai duren... sesampai disana gak ketemu juga dosen yang dicari. ini salah satu resiko kalo gak punya
no telp dosen. akhirnya main cari-carian dan tebak-tebakan di mana di mana di mana...(Gak pake nyanyi!)
rada bingung dan sedih, tapi teringat pembimbing yang pagi tadi dengan segenap keberanian di telpon. Pal 10 PKP.
langsung nelpon, ternyata ganguan, akhirnya sms dan Alhamdulillah beliau masih disana.
dari sungai duren kejar kebut menuju PKP Al-Hidayah tempat salah satu pembimbing kerja. dari ujung ke ujung dan di ujung..
Alhamdulillah satu urusan terbantu. lanjut lagi ke Man Model temui kepsek dan tugas selesai. Eh, ada hafsah yang tiba-tiba nongol.:)
selesai di man langsung melaju ketempat kembaran kakak angat, kabarnya farhan kecil demam. nah, di simpang jalan
masuk lorong kak yuli lah aku melaju dengan gigi 3 dan ketika mau belok tiba-tiba sudah ada mobil box membawabarang bangunan penuh menguasai jalan.
(emang jalannya kecil sih). aku kaget, gak tau gimana langsung ngerem dan gak bisa nahan motornya jatuh nyium tanah, aku miring tapi alhamdulillah gak terhimpit atau
terbaring ditanah. padahal kalo terbaring, bisa-bisa kepala jadi korban sudut rumah orang. serem juga.:(
Aku gak papa, sopir dan teman dibangkunya yang heboh lihat aku jatuh. aku masih sempat mendengar kata-kata yang entah apa
yang jelas kaget keluar ntah dari siapa. lihat kebelakang ternyata gak ada orang. mungkin antara sopir atau teman disebelahnya.
saat sudah bisa menahan diri aku mendirikan motor dan melihat 2 orang yang ada dimobil itu.mobil itu diam tak bergerak sedikitpun
sama seperti penumpang didalamnya. mereka melihatin aku dengan wajah kanget. segera ku tegakkan motor. dan bapak itu berkata "dak papa dek?"
"Dakpapa. maaf ya pak" jawabku mencoba menyakinkan. tapi aku bingung kenapa bapak itu kaget, ekspresi dan wajahnya sangat terlihat ia kaget.
dan sebenarnya aku juga kaget. kaget karena gak bisa ngelak kemanapun. jalannya penuh ditutupin mobil. hehehe.
gak berapa lama mobil jalandan aku menghidupkan vini. ternyata dia juga kaget. dan alhasil dia ku dorong sampe ke rumah kak yuli. memang gak terlalu jauh lagi.
Tapi memang Allah itu maha adil. aku gak tau gimana tiba-tiba dengan kecepatan yang lumayan dan gigi 3 ketika terjatuh
tiba-tiba langsung mati. padahal gasnya nambah kuat (mungkin ketarik oleh tangaku), seandainya motor itu tetap menyala dan dalam kondisi seperti itu,
bisa jadi aku ikut terseret dan menabrak mobil.
hhmmm... Alhamdulillah dan Subhanallah pokoknya. bahkan gak luka sedikitpun pada diriku.:) Sesampai dirumah farhan, hanya sedikit terasa
perih ditangan mungkin saat aku menahan jatuh. dan tentu dengan nafas dan jantung yang degup-degup. gak ada yang tau, mungkin tepatnya belum.:)
Alhasil, laporan dengan sesepuh dulu.hehehe
padahal baru pagi tadi aku bertanya kepada temanku yang slah satu guru di TK perihal kabar kesehatannya
yang baru jatuh dari motor beberapa hari lalu. dan refleks. diskusi Trainer bareng asrul fauzi sempat terpintas
Apa resiko naik motor? Resiko naik motor itu taruhannya nyawa. Glek... InsyaAllah semua akan baik-baik saja. Amin :)

Tugas CCM 6 Minggu lalu

Dengan cepat ayahku mengenakan pakaian dari lemari kerjanya, mengenakan jaket berbulu dari yang tidak dipakainya sejak perburuan
sial di 10 tahun yang lalu.
"Sudah ku bilang jangan bermain-main dengan binatang itu, kini semua baru tahu bahwa mereka berbohong.Kenapa
tidak ada yang percaya padaku!!. dan sialnya sekarang aku juga yang harus membunuh mereka. Dimana bosmu. panggil dia, aku mau bertemu."
"Dia sudah pergi Jon, dengan membawa upah dari keuntungan sapi-sapi liar itu."
"APA!!! Aku memang tidak mempercayainya dari awal. ia hanya ingin mengambil upeti dari kalian semua. Lalu bagaimana
penduduk. berpa banyak yang memesan susu dari pabrik itu?"
"Ada 30 rumah. dan sekarang mereka dalam keadaan kritis"
"Panggil Elie. Suruh ia cari dan temukan penawarnya."
"Hendri, berapa jumlah sapi-sapi itu?"
"50 ekor termasuk anak-anaknya dan ada 3 ekor yang bunting"
"Dimana mereka sekarang dansudah berpa negara yang telah di ekspor?"
"Diska, moca, Reta dan Qada."
"Stop semua barang dan jangan sampai berita ini tersebar. Akan aku cari dan temukan siapa dalang dari semua ini."

Di kandang
"Hendri!!, di mana sapi-sapi itu?"
"Oh tidak... siapa yang melakukan semua ini"
"Temukan dan cari siapa pelakunya!"

Pesta Hujan CCM okeh

Ini adalah bahasa asing yang kuterjemahkan kedalam bahasa lain. mereka menjelaskan yang intinya:
"Paduka, saya telah menjalankan tugas untuk menyebar undangan kepada para tamu"
"Baiklah, kita akan membuatnya menjadi lebih indah. ini adalah proyek yang besar. hahaha...", tawa paduka pecah.
Sang anak buah mohon pamit dan kembali terbang meninggalkan kediaman paduka yang membuatnya kering itu.
"Sahabatku, kita akan menghadiahkan hadiah yang besar, besarrr sekali.. Hahaha" ucapnya lagi dan kemudian pergi.
Sahabatnya yang dingin hanya terdiam, sambil melihat kepergian temannya.

"Aku mendapat kabar, ia akan mengundang semua yang pernah berjasa padanya. Apa kau pikir akan berhasil?"
"Entahlah, aku khawatir ini akan memancing kemarahan saudara angkatnya."

hari itu pesta berlangsung meriah. Semua undangan membawa permintaan sang tuan rumah. sekantung hadiah yang mereka
ambil dari tempat huniannya di bumi.
"Apa yang kau bawa?", kata burung kepada capung
"Aku bawa Merah. dan kau?"
"AKu Hijau"
Semiua tamu sibuk bercerita dan bertanya perihal hadiah yang dibawa mereka.
Tibalah saatnya sang tuan rumah hadir memberikan kata sambutan, wajahnya tampak panas berkilat.
"Wahai para tamu-tamuku sekalian, aku ucapkan terimakasih atas kedatangan kalian. dan tentu kalian membawa apa yang aku
minta kan?"
Para tamu ricuh.

Rabu, 28 Desember 2011

desember berjenjang

sebulan terakhir ini, banyak kejadian-kejadian bersejarah yang terjadi dihidupku. dan mereka pula yang membuatku bimbang
memilih, antara menetap di jambi, atau merantau ke luar. T_T
4 desember 2011, kegiatan perdana dari relawan indonesia prov jambi. dan kau tau sebenarnya keinginanku bisa bergabung dengan
lembaga yang berbasic kesehatan dan pwlayanan, sudah lama ingin ku wujudkan. bermula dari keikut sertaanku di pmr mtsn bogor
lalu kepidahanku ke jambi di sekolah yang tidak ada pmr dan kekecewaanku di man ketika kutemukan pmr, ternyata bukanlah orang yang bisa tepat waktu
hari itu, aku sangat senang karena katanya ada pmr disana. dengan tanpa berpikir langsung kuputuskan ikut dan kucari
siapa saja yang ada disana.segera kuserap informasi dengan cepat. hari ini latihan. oke. penentuan waktu telah ditentukan
pada hari H, aku mempunyai 2 agenda yang waktunya tidak lama berselang. namun ku dahulukan pmr untuk bertemu dengan kakak pembina.
sudah sekian lama menunggu, ternyata kakaknya  belum datang juga, masih mencoba untuk bersabar. lalu, akhirnya kakaknya datang
tapi belum juga dimulai-mulai, ntah menunggu apalagi. akhirnya aku kesal langsung kutemui kakak itu yang duduk dimeja guru
dan berkata, kak kami(bahasa yang sering dipake orang jambi untuk sebagai pengganti saya) izin, ada kegiatan lagi. kalo dari tadi kakak mulai mungkin bisala
kami ikut. tapi sudah jam segini(smbil lihat jam) belum mulai-mulai juga. jadi kami izin be." kakaka itu sepertinya mulai
tersinggung, walau sebenarnya perkataan diriku yang intinya "IZIN" sudah diperbolehkannya. hanya karena ku terlanjur
kesal ku tambah lagi kata-kata izin itu dengan embel-embel yang menandakan anadi beliau bisa tepat waktu. hehehe.
kalo diingat rasanya ketika berkata seperti itu kepada orang yang lebih tua dan tidak kenal ada takut, ngeri, kesel, berani, marah bercampulah. siapa yang tidak kesel
dari tadi nungguin beliau, eh udah datang dianya belum juga mulai gak tau nungguin apa lagi. plis dah!!!
akhirnya, itu hari pertama dan terakhir kisah pmrku di jambi.T_T. sebenarnya sedih, sangat.
melihat lencana biru yang diberikan kak heri (kakak pembina dibogor) walau yang lain belum dapat dan aku diusahakan dapat karena
mau berangkat. rasanya selalu miris melihat syal dan lencana itu.
bukan mudah untuk mendapatkannya. aku harus diklat semalaman dan menemui cerita mistik yang ada disekitarku.
masuk sungai, ikut lomba, hujan-hujanan. tapi seru, karena semua bahagia.
dan aku... aku terjebak disituasi rindu dimana aku mulai mencintai aktivitas itu.
hingga pada akhirnya aku bertemu tim relawan indonesia yang tidak sengaja ku temukan saat pelatihan trainer di kampusku.
Allah maha besar. dan nanti, mungkin aku harus bersabar melepas cinta yang sudah kurajut di Jambi.:D
di 7 desemberku, akhirnya ujian yang ditunggu-tunggupun datang. dan kisah sedih terjadi tepat satu hari sebelum ujian aku
dibuat nagis sma pihak akademik. yes!!!
apa perlu kuceritakan? sepertinya tidak. karena menyangkut aib orang dan ke ngeyelan diriku untuk tetap mempertahankan apa yang menjadi hak ku.ATM
berapa masalah lagi yang harus kutampilkan tentang kampus biru ini.hmmm... tak perlulah, cukup dirasakan saja.
tapi yang pasti satu hal hikmah yang bisa ku ambil dari kejadian itu.
tua itu pasti tapi dewasa itu pilihan.banyka orang tua tapi tidak dewasa dalam bertindak atau berpikir. hehehe. heboh...
apalgi di hari H ternyata baru tahu bahwa yang nangis itu aku. heboh..hehehe. memang kejadian ini tak aku ceritakan kepada papa dan mama
aku tak ingin membenbaninya lagi, ini hanyamasalah kecil yang bisa kuselesaikan sendiri.bahkan beberapa dosen, pegawai dan PD pun menyetujui keputusanku.
hanya...hanya...pegawai satu ini yang tidak setuju dan tetap ngotot minta ATMku dikumpul. sebagai syrat kelengkapan
ujian munaqasyah. aku gak bisa terima, karena aku masih butuh untuk mengirimkan uang disana. berbeda hal nya kalo aku tidak menabung disana. bahkan uang umat ada disana.
hari itu aku benar-benar kewalahan menghadapi bapak itu. bahkan pimpinannya pun menyetujui agar aku tidak mengumpulkan atm ku. dan pegawai lain juga membelaku.
hanya..hanya dia... oh my god.!! harus ku jelaskan berpa kali dan pake bahasa apalagi untuk berkata kepada bapak yang mengurus syarat ujian itu. bahkan ketika ia memanggilku
keruangan atasannya. dan ia suaranya mulai meninggi. hampir aku gak bisa kontrol. naik pitam rasanya ketemu orang ngeyel di akademik yang ngurus masalah mahasiswa. padahal sebelumnya
didepan PD 2 sudah fix dan aku juga sudah menyertakan surat perintah dari PD 1 untuk tidak menahan kartu ATM yang bergabung dengan kartu mahasiswa itu. dan itupun ditolak juga.
hayo... mau pake cara apalagi ngadapin orang seperti ini. sama kayak anak kiri yang ngeyel di fakultasku. atau jangan-jangan bapak ini lagi yang ngajarin.:(
akhirnya kekesalan dan kekalutanku tak bisa tertahan. aku duduk mencoba untuk merubah suasana. aku berbicara kepada adik tingkat yang ada disana tapi tetap semua masih
belum bisa ku lupakan. rasa pengin nangis. tapai gak mungkin di depan banyak orang. akhirnya gak bisa kutahan. aku pergi kebelakang akademik.
yes.. puas. hari itu aku menangis gara-gara membela hak ku sendiri.(ini mana yang bener ya.  membela hak salah. lalu apa yang benar.)
setelah ku rasa cukup lega lalu kutemui pak zikwan selaku PD 2. gak tahan cerita akhirnya nangis lagi.. Aduh bikin malu. padahal udah direncanakan dan ditahan-tahan supaya gak nangis. kan malu..
akhirnya dengan kalut ku lihat pak zikwansegera memanggil pegawai tadi. melongok kebawah dan berteriak. panggil ***. masalah ini sebelumnya sudah klir, karena aku pernah bertemu dengan pak zikwan juga
untuk menyelesaikannya dan pak *** setuju. tapi , gak tahu kenapa. tepat satu hari sebelum ujian ketika aku datangke akademik langsung ia minta lagi seperti
tidak ada urusan lain yang lebih penting. ternyata saat ku lihat tim penguji dan siapa yang ada disana, bapak itu lah yang menjadi sekretaris sidangku.
wajar saja tingkahnya seperti anak kecil yang kehilangan mobil kesayangan dan gak mau tahu harus mengembalikan mobil itu saat itu juga. sadis ya... apanya? apa metaforaku.hehehe.
setelah dipanggil berkali-kali, sampe pak Zikwan menyuruh mahasiswa yang ada disitu untuk turun kebawah memanggil pak *** dan berkali-kali keluar masuk ruangan demi mengecek apakah sudah datang bapak ***
kurasa, ia agak takut. bagaimana tidak dipanggil dan diteriakin dari atas. kayak ada kejadian apa saja. sama seperti kasus sebelumnya saat ia ditemui pak zikwan, gerak-gerik gugup dan ketakutan kutangkap pada dirinya. hiyah... berubah propesi ni.hihi
di hari itu, ia membawa bpak pimpinannya tadi menuju ruangan pak Zikwan sambil tertawa, mencobauntuk tenang kurasa. di ruangan sudah ada aku yang tidak menangis hanya bengak matanya. dan menatap ke jendela saja menahan agar tidak keluar lagi. aku tak mau menagis didepannya.
meski suaraku tak bisa dibu=ohongi ketika berbicara. makanya banyak diam. hehehe
pembicaraan selesai keputusannya ATM ku tetap masih bisa ku gunakan. aku menang. batinku. bapak *** tidak mendengarkan semua, setelah dengan manisnya mendengar perintah dari PD 2. ia berkata sedikit dan
langsung ngeloyor pergi tanpa pamit atau permisi. sambil ketawa yang menurutku tidak lucu dan tidak ada yang perlu di ketawai. kurasa ia kesal.
tangisku tumpah lagi saat kak nisa menanyai kabarku. huwah... akhirnya aku bisa mengaduh. karena aku sendiri disana, akhwat yang lain sengaja tidak ku beri tahu
aku tak mau mereka melihat aku seperti ini. papa, tempat curhatku juga, aku gak mau papa khawatir mendengar aku menangis padahal besok pagi ujian skripsi yang sudah kutunggu selama 4 1/2 tahun.
berbagai imajinasiku mulai bermain. andaikan pak *** bukan di *** mungkin sudah dipecat. kekuasaan  bisa berbuat apa saja. tapi ketika salah menetapkannya maka itu menjadi salah.
kakak melarangku dengan menangkis perkataan ku tadi, janganla, kalo bapak itu dipecat nanti anak istrinya makan apa?. iya juga pikirku. insting perasaku mulai disentuh. kasihan... tapi kekesalanku masih belum hilang.
seharusnya, hari itu, aku tidak berada di kampus dan menangis. seharusnya aku sedang tenang belajar apa yang akan diujikan esok hari dirumah. tapi karena janji dengan adik al-alim akhirnya aku harus kesana.
sebenarnya tidak mau menemui bapak itu, tapi ternyata namaku sudah tercatat seperti daftar pencarian orang bermasalah. hingga semua orang disana tau, aku sedang dicari bapak ***. dan ketika bertemu harus menghadap bapak itu. gila gak sih!!!
hanya gara-gara ATM pribadi punyaku. kalau aku ngambil ATM orang mungkin saja. tapi ntahla, dunia sedikit atau bahkan sudah terbalik.
alhasil, ketika bertemu adik-adik al-alim mereka sepertinya tidak bisa untuk menahan apa yang dikatakan oleh mataku yang bengkak. tapi alhamdulillah. All is well. ada yang bilang sakit, untuk memancing agar aku bercerita, ada yang langsung nebak nangis. yes! aku kejebak.:)
tapi alhamdulillah aku masih punya jurus ngeles dari senior-seniorku. :)
saat berbincang dengan adik-adik tadi, pak *** lewat dihadapanku. entah mengapa aku sama sekali tak ingin melihatnya apalagi menegur. ku biarkan saja ia. memang usut punya usut bapak itu agak susah dan mungkin ini bukan hal pertama di kampus,
walau mungkin ini pertama di fak. karena ia orang yangdipindahkan dari fak lain.
sesampai dirumah aku masih belum tenang. sudah kucoba untuk hilangkan, tetap rasanya sulit. tausiyah dan nasehat sudah ku dapat dari kakak.
tapi gak habis pikir saja. sehabis tidur aku agak tenang. dan tak lama aku kembali mengingatnya. akhirnya setelah ku lihat dari sisi lain dan ingat perkataan yang pernah papa bilang. aku baru lega. ternyata aku juga ngeyel.:)aku tertawa dan tidak lagi menangis.
aku tertawa dan benar-benar tertawa.
papa pernah berkata padaku, "ayuk, jangan menyalahkan orang lain kalau ia ingin menerapkan atau menjalankan peraturan yang sudah ada"(disesi curhat malam keluarga kemaren aku baru tahu kenapa papa berkata begitu). bermacam sudut pandang lain mulai terbaca. ternyata aku memang ngeyel.
bapak itu benar, menerapkan peraturan dan aku juga benar mempertahankan hakku. dan yang salah, ternyata ATM itu sendiri, mana ada ATM digabung dengan kartu mahasiswa. begono.
cuman, cara bapak *** yang tidak mau tahu itu yang membuatnya salah. dan aku juga gak mau salah, karena secara hukum dan aturan di BSM bahkan FAk. aku benar dan sudah diizinkan. hanya, bapak tadi yang mempersulit dirinya. akhirnya ketemulah orang ngeyel dan orang ngeyel. :)
esok hari, sebenarnya aku sedikit cemas. bapak *** sekretaris sidang. dan aku yang ujian. walau bagaimanapun peristiwa kemarin
sempat menjadi bekas atau bayang yang terjadi antara aku dan sekretaris sidangku. (gedubrak. mahasiswa gila. :)). tapi skripsi yang bertemakan tentang takut didalam alqur'an ini, tentu tak ingin
melihat penulisnya mematahkan skripsi itu sebelum sempat di ujiankan. al hasil alhamdulillah aku tenang.
satu persatu datang, papa dengan setia mengurus perlengkapanku, hingga sudah siap semua baru pergi kekantor. dan unik. aku tak tahu bagaimana, tapi Allah mengaturnya dengan indah.
sedikit kaget ketika ditanya oleh tu yang menyiapkan ruangan. itu bapak ya?. aku tersenyum iya bu.. dan tanpa basa basi ia langsung berkata
sebagai apa di *** ? aku tersenyum kikuk tanpa berkata. lalu ia kembali menyerang orang no berapa?. gedubrak.. aku tak bisa mengelak lagi. salut, ibu itu kalo jadi wartawan atau yang berhubungan dengan komunikasi sangat tepat kurasa. sepertinya ia akan mengeluarkan 1001 cara
agar yang diajaknya berbicara mau bicara. polwan juga bisa, tapi tetap pake jilbab ya bu... hehe
ibu pelaksana ujian juga berkata lagi. o.. ternyata kamu, saya dari dulu cari-cari siapa la *** baru hari ini saya tahu kalau kamu ***. aku tersenyum. Plis deh...
ntahlah. aku bukan siapa-siapa tapi aku tahu, aku menjadiseperti ini karena orang yang berada disekitar. dan bagiku, untuk apa harus mengenal aku dari siapa yang ada dibelakangku.
sepertinya mengenal aku dengan pribadiku yang apa adanya pun juga cukup membantu. hehe. iya atau tidak? atau tidak. hah... however lah..
ujian tiba, dan aku menang lagi. bapak *** yang menjadi sekretaris sidangku tidak datang hari itu. yes! aku tidak perlu berpura-pura seperti tidak terjadi apa-apa kemarin.
karena aku masih belum bisa melihat bapak itu. ntahlah... PD 1 sepertinya kesal kepada bapak itu karena tidak datang dan tidak bilang-bilang, tapi aku bahagia tidak perlu tersiksa batin.:)
ujian alhamdulillah berjalan lancar. gak sampe 1 jam semua clear. lah kok bisa, bisa dong. apa sih yang gak bisa. sekali lagi bukan karena aku *** y. alhamdulillah
mungkin karena doa orangtua, keluarga dan shabat-sahabatku yang menemaniku menjawab semua. dosen penguji 2 orang, ketua sidang 1, sekretaris 1 (digantikan oleh atasan bapak ***) dan tanpa pembimbing sama sekali. pembimbing 2 ku ke kairo ada urusan kenegaraan. pembimbing 1 ku agak sulit dihubungi.
2 penguji bukanlah orang yang asing. penguji pertama adalah pak masyan, ustad idola yang ku kagumi di awal-awal kuliyah, karena kepintaran, keagamaan, dan ketepat waktuan dan semua. eit, jangan khawatir beliau sudah berkeluarga. namun di semester atas beliau menyambung S3 ke makasar. teman sekelas
cukup sedih, karena beliau termasuk orang yang ahli di jurusan tafsir hadis. selain ahli juga gaul.hehehe. kemudian di akhri semester 8 beliau kembali sebentar dan aku langsung
memutuskan menemui pak masyan untuk mengisi kajian rutin FSI al-alim. dan alhamdulillah beliau setuju.
cukup kaget dan bahagia juga saat tahu ternyata penguji 1 adalah pak masyan, dosen idola dan disenangi banyak mahasiswa dan teman sekelasku. aku tidak menyangka. padahal ketika pertama ketemu beliau di ruangannya.
aku sempat cerita sedikit kenapa belum selesai dan alsan mendirikan al-alim. hehehe.
saat tahu beliau pembimbingku, perasaan bercamour, takut, senang, cemas, dll. walaupun sudah kenal beliau tapi tentu aku tidak mau mengecewakannya bila tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan.
seperti kata pembimbingku pak husein A. wahab, jangan sampai kamu lulus ujian karena nilai kasihan. oh my god. no.
aku harus berusaha.
penguji kedua adalah ustadku pula. ustad ghafar yang sering mengajar dikelasku dan aku pernah bolos ke perpus karena takut kena marah datang telat.hehehe
teman sekelasku hanya ada 9 orang. seru bukan. limited edition. maka dosen-dosen akan mudah ingat dan sangat tahu siapa-siapa kami semua. yang rajin, yang malas, pokoke komplit. kuliah serasa privat. bahkan kami di sebut wali songo. tapi aku tidak terima. wali songokan cowok semua, sedangkan aku dan temanku salimah. adalah wanita.hehe
itu dulu cerita tafsir dari tahun 2007 yang tinggal di indonesia. tapi kalau anak-anak dari malaysia biasanya menreka tidak mengikuti alur, bisa mengontarak disemester manapun sesuai kebutuhan.
sekarang sudah rame. kembali ke ustad, karena merasa kosakata b.arabku kurang akhirnya aku mendaptar kursus bahasa arab di depan kampusku dan ternyata bapak ini yang ngajar. yah, dosenku.:). dikursus, kami hanya berdua.
aku dan kakak tingkat wanita dari fak lain. untuk kursus seperti ini memang kurang diminati di jambi. apalagi bayar.hehe maunya yang gratis. unik lagi kalo aku cerita tentang kursus b. arabku
udah beberapa ustad ku ikuti. ustad umar, saat ramadhan semester 3 mungkin bersama anak malaysia. tapi setelah libur lebaran susah lagi mengumpulkan orang, akhirnya selesai. kursus kedua sama kak mimi, mantab kursusnya di ancol karena beliau tinggal
diseberang. dari kak mimi lah yang kurasa enak bangat belajar b. arab. tapi ternyata gak begitu lama, kak mimi harus melanjutkan kuliahnya ke jogja. jadilah kami ditinggal.hehe. lalu berlanjut ke kursus resmi yang pengajarnya ustad ghafar.
lucu, kalo yang satu ini. karena siswanya hanya berdua, jadi kami sangat merasa saling membutuhkan. kalau kakak itu tidak datang, maka aku sendiri. dan itu sungguh menyiksa.
begitupun sebaliknya. alhasil ketika kakak itu wisuda, beliau tidak lagi melanjutkan kursusnya dan aku juga tidak mau kalau tidak ada teman. akhirnya menghilang. nah itu sekelumit kursus bahasa arabku.
yang sampe saat ini belumbisa aku kuasai. apa aku terlanjur kemakan kata-kata temanku saat aku di MAN. "Ifadah itu anak eksak, dari wajahnya saja sudah ketahuan.(:(). biasanya kalo anak eksak itu agak susah dibahasa dan begitupun sebaliknya.
memang ku akui. daripada harus menghapal ini itu, lebih baik aku mengutak ngatik rumus MTKku. ntah mengapa rasanya memang agak sulit kemampuan arabku. padahal itu inti dan kunci kuliahku. dan ini jugalah alasan nanti kenapa aku akan dikirim ke luar sana. hiks..hiks..hiks..
lah, lari kemana ini??. akhirnya :) aku sedikit khawatir seandainya aku ditanya ayat atau bahasa arab wah, ngeri juga karena pak ghafar pasti sudah tahu kemampuanku.
hmmm... ketakutan mulai merajai, alhamdulillah skripsiku yang menyadarkanku untuk tidak takut. karena aku membahas tentang rasa takut. kubaca beberapa ayat yang menguatkan ku ulang dan ulangi. alhamdulillah mulai bisa mengendalikan diri.
dibelakang sudah ada yanita dan kak popi akhwat al-alim yang senantiasa menemani meski berlalri dengan jadwal kuliahnya. semoga engkau permudah juga mereka rabb..amin
ujianku berlangsung singkat. yang lucunya aku baru membuat slide malam hari sebelum hari H. malah rencana awal tidak pengen pake slide.
tapi teman yang satu ujian mengatakan itu berpengaruh pada nilai. alhasil malamnya setelah nangis dan bermasalh di akademik aku dan papa begadang bikin slide. untunglah ada papa yang setia. :D. love u dad...
dan ajaib, aku udah ngatuk dan belum bisa belajar ditengah malam. rencana setelah bikin slide mau belajar. tapi, papa tidak mengizinkan. takut aku kecapean. aku disuruh tidur dan bangun pagi untuk sekaligus mengecek dan berlatih dengan slide.
malam itu, sebenarnya aku udah ada janji sama kakakku untuk di ujian dulu malamnya sebelum besok ujian. karena kak nisa sudah sangat berpengalaman tentunya. tapi gak bisa, aku dibantu papa untuk belajar dan harus membuat slide. akhirnya tidak sempat. berhasil..berhasil.. aku kikuk aku kikuk..:)
pagi sudah menjelang, aku harus berlatih dengan slide dan memaksimalkan waktu yang ada untuk belajr. papa pun demikian.
beliau ikut sibuk membaca ini itu dan memberiku informasi yang tidak ada didalam skripsiku tapi sangat urgen bagi ku.
"ayuk, apa beda ini itu?berapa banyak katau takut yang mirip, gmana sejarah ini itu." yap, semua ditodong dengan serangan jam 6 pagi.
aku menulis, mencatat, mendengar ilmu dari papa pagi itu. sembari mencuri waktu memahami metode dasar penafsiran dsb.
papa sibuk, dan aku yang sebenarnya kikuk.
selesai.. semua siap,dengan segala strategi, peluru dan arahan dari papa, doa, wejangan dari kakak :) maksudku nasehat dan cinta dari semua dan diriku, aku siap.
aku sudah lama menunggu ujian ini dan aku tidak ingin menyia-nyiakannya. toh aku juga sudah membaca seni berbicara larry king. :). satu kekuatan lagi meski cemas.
ajaib dan subhanallah, apa yang dikatakan papa pagi tadi itulah yang ditanyakan penguji. dan apa yang aku baca beberapa menit sebelum ujian dimulai, itulah ternyata inti skripsiku, sehingga aku mengetahui dimana poin nya.
Allah maha besar. dan satu lagi keyakinan itu semakin terbukti. "intansurullah yansurukum wa yutsabit akdamakum". kini tidak lagi aku mendengar cerita,tapi bukti yang nyata dari maha pencipta. Allahu Akbar.:)
besoknya aku urus ATM dan menyelesaikannya hari itu pula.
kata kakak, boleh saja kita marah atau tidak suka, tapi sebelum terlambat ada baiknya minta maaf, karena kita tidak tahu kapan kita bisa bertemu dengannya lagi.
apalagi kejadian kemarin menyangkut bapak dan atsannya. pasti ada something yang terjadi juga dibapak itu. kalau luka ditubuh bisa disembuhkan. kalau hati gmana cobak?
nah loh, dia mulai bermain di perasaan lagi. dan memang kalau dipikr-pikr benar semua lagian tepat kalau bapak itu marah, karena sudah seminggu belum juga dikumpul,
aku tetap kekeh pada pendirianku saat aku katakan padanya dulu. setelah selesai ujian baru saya urus. dan benar, sehari selesai ujian aku urus dan langsung
melintas ke sungai duren.  bapak itu masih mencariku ternyata, terbukti temanku langsung memanggilku setelah melihatku dan berkata bapak *** mencariku. dengan senang dan membawa bendera putih
aku tersenyum dan segera menemui bapak ***. niatku sudah lurus ingin minta maaf. terlepas siapapun yang bersalah. karena kita tidaktahu kapan bisa bertemu lagi.
aku menemui bapak *** dengan wajah senyum dan mulai berani melihat ke arahnya. yang tadinya aku tidak ingin bertemu lagi dan lagi. alhamdulillah kini aku menang kembali, menang akan pengontrolan diri.
Alhamdulillah..., semua berjalan lancar dan aku minta maaf, ternyata bapaknya juga tidak marah. terbukti saat aku minta maaf bapaknya tersenyum dan biasa-biasa lagi. Hmmm... indah ya Islam mengatur semua.
dan aku dapat Dua. bahkan lebih...:) terimakasih untuk orang-orang terkasih yang telah memagari diri untuk berbuat sebagaimana mestinya seorang khalifah di muka bumi. dan Segala puji bagi Allah yang telah mengizinkan
diri bertemu orang-orang yang dikasihi.
***
lebih kurang seminggu menjelang. di hari sabtu minggu 17-18 desember.kongres mahasiswa dimulai dan disinilah awal kisah pejuangan berat dakwah di IAIN. terdengar kabar LDK akan di lebur ke Forum kajian islam BEM. anak LDK gak terima.
tapi tameng waktu dan unsur poting yang mereka gunakan membuat kita kalah. sejujurnya, baru hari ini LDK diundang oleh bem untuk menghadiri kongres. sebelumnya tidak pernah. apa ini bagian dari siasat?
walahu'alam. pelaku dakwah iain tak mampu berbuat apa-apa. dan berduka mendengar rekomendasi tadi. kita berpikir keras untk mengetahui apa yang terjadi dan menganalisis semua kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Heboh... pertemuan dadakan
sering diadakan. bahkan kekesalan itu terasa sampai dirapt. tapi Alhamdulillah Allah bermain didalamnya. tidak terjadi pertengkaran atau kerusuhan dikongres. walau titk didih sudah sampe ke ubun-ubun.
pagi senin pun kegiatan al-Alim di fakultas mulai di bantah bahkan sampe ditakut-takuti atau intimidasi. aku ditelpon dan mulai menelpon karena mereka yang tidak suka membawa kata-kata hasil kongres..
akhirnya seminggu berlalu dengan segala mutar otak. akhirnya semua bisa berpikir jernih. apapun yang terjadi, selama kita benar dan tahu diri maka tak ada yang perlu ditakuti.
satu kata yang masih teringat saat rapat perdana selesai kongres. "terlepas dari apa yang terjadi hari ini, apa kah ini sudah direncanakan mereka atau tidak, yang jelas ini terjadi juga atas kehendak Allah.", Ketum Al-Mizan.
***
akhirnya, masa percobaanku menjadi anak kos dirumah sendiri sebentar lagi selesai.hehehe. kalau begini, jujur aku sendiripun
ragu apakah bisa aku nge-kos disana? hari pertama ditinggal ortu rasanya ada sesuatu yang hilang. aku gak bisa "teriak-teriak" lagi pastinya.:). walaupun adikku tercinta, Ica berada disisiku kini.mungkin
karena memang tidak pernah pisah jauh dari ortu kecuali KKN. itupun masih sering ketemu. :)
Hmm.. apa aku anak manja ya? tidak juga! atau anak mama. yah, itu tepatnya aku anak mama dan papa, gak mungkin anak orang.hehehe. just kidding.
yang pasti aku bersyukur, adik tercintaku kini ada didekatku. aku tidak sendiri. :) salam cinta. FAni. eits, lupa.. lalu kakakku?
Hmmm.. nanti kita berbagi. :)
***
24 desember 2011
tantangan baru lagi bagiku
the balance-bang nalta menawarkan anak trainer iain (partner) menjadi rekannya didalam acara Hima fak. adab sastra arab. agendanya outbond.
tawaran yang tidak datang setiap hari, tentu tak ada yang ingin melewatkannya termasuk aku. iya, insyaAllah datang. semua agenda yang bisa digantikan, dicoba untuk digantikan. ini pengalaman baru dan langka.
jumat sore 23 des kita berkumpul dan ta'aruf. minggu kita terjun. walau ada sedikit kendala diawal. intinya komunikasi!. tapi sudahlah, ini semua pelajaran untuk kita.
hari itu hari bersejarah. sangat bahkan. dikampung raja, yang tadinya kita pengin ngisi disana hanya karena salah komunikasi akhirnya kita hanya bermain.
akhirnya, setelah sekian lama gak outbond. melihat kak erna bermain outbond,aku jadi pengin ikut-ikutan. alhasil terjadilah
outbond setelah lama aku tidak bermain.:) setelah itu untuk mengusir kekecewaan pada akhwat yang gak bisa main outbond dan bang nalta yang telah meluangkan waktu.
tim Partner sepakat main paint ball. wahh.. seru... gila-gilaan...
ikhwan main paintball biasa. tapi kalo akhwat luaaarrr biasa. :) lebay...
pertama istri bang nalta, kak erna gak mau. akhirnya dengan jurus tipu bayangan dan memelas :) kak erna setuju. sepakat. Yes!!! kita main paintball.
jarang-jarang kesempatan ini terjadi. apalagi bareng anak partner. biasanya kalo kesana, mikir-mikir karena ongkos masuk 30 belum lagi kalo main paintball harus bayar 20 per orang.
nah lo, 50 per orang, beratkan. tapi karena disini kita diminta ngisi akhirnya untuk instruktur gratis uang masuk, jadi tinggal bayar 20 perorang untuk paint ball. nah, sebenarnya kita ada uang kas.
dulu rencana mau ke kampung raja main outbount. alhamdulillah outbound bisa kita mainin, udah puas disana, baru berangsur ke yang lain.
akhirnya dana paintball ditalang ke uang kas. alhasil... gratis bo'... pengalaman baru.. ruba.. :)
kita perang... :D :D :d. oh my god, aku tertembak dikepala. padahal aku pengin dibadan, pengin tau rasanya sakit kenapeluru paint ball
tapi pengalaman memang guru yang luar biasa.
ajib.. gak ada yang berani keluar satu pun dari persembunyian.hahaha.. perang apa ini?!?!
hanya bersembunyi di balik ban dan gak ada yang berani keluar. paling cuma pindah tempat. termasuk yang ikhwannya. :D
oh.M.ji. gimana nasib dakwah kalo pelakunya sembunyi saat diserang. :) tapi sudahlah. semua ada hikmah. kebahagiaan, keakraban, kebersamaan dan kekeluargaan. :)
ups... aku lupa sesuatu, kita ada korban. andri, salah satu anggota dari kelompok lawan terluka kena serangan kelompok 2. ini luka beneran. eh bukan luka ding tapi benjol.
dia lupa memasang pelindung kepala jadi saat tembak-tembakan terakhir tepat di antara dua matanya peluru itu menghempasnya. alhasil benjol bu...
kasian beliau, tapi ini pasti akan menjadi kenangan yang tak akan terlupakan bagi andri dan kita semua.:D
susah, senang bersama itulah makna sahabat. :)
***
wisuda 42 iain sts jambi.