aku tak pernah lihat mentari
lalu ia muncul dan memberanikan diri menyapaku disela pagi
aku tak pernah terbang tinggi
lalu pipit kecil menghampiri dan membawaku berlari
aku tak pernah memandang perih duka luka perjuangan hari
hingga ia datang dihati dan membuatku pergi
Diri kita seperti susunan huruf-huruf alfhabet ini. Terserah kita mau bergabung dan menjadi rangkaian kata apa. Bila kita adalah huruf A. maka bisa menjadi huruf yang menyusun kata "BAIK" dan bisa pula menjadi kata "JAHAT". Hidup adalah Pilihan. Suka atau Terpaksa, Mau atau Tidak. Tapi tetap, semua akan kembali kepada Kita dan Pemilik Nya. Karena Hidup adalah Perjuangan dan Kita sebagai Mujahidnya."
BUMI TIDAKLAH BERPUTAR, SEBELUM DIPERINTAHKAN UNTUK BERPUTAR
Rabu, 14 September 2011
Senin, 12 September 2011
usaha atau hasil ??
Kalo seperti ini wajar saja orang yang sakit tidak kerasan tinggal dirumah sakit. Toh ternyata petugasnya sendiri tidak mengerti etika dirumah sakit. Kukira hanya penunggu saja yang cukup menahan hati karena tingkah laku mereka. Eh, ternyata pasien juga.
Wajar aja. Gimana gak pusing, orang sakit kan butuh ketenangan. Eh malah dia sibuk sana sini becanda bersama teman petugas lainnya. Belum lagi cleaning servis yang tanpa permisi mengusir keluarga penunggu. Tanpa senyum dan basa basi lagi.
Hmm.. susahnya kalo bukan bekerja dari hati. Wajar saja mereka sewenang-wenang. Toh penghasilan mereka digaji oleh negara. Mau masuk atau tidak, mau ramah atau tidak, mau bekerja atau tidak, tak kan berpengaruh terhadap gaji mereka. Tinggal suruh-suruh anak koas, selesai. Padahal orang sakit bukan bahan percobaan praktek untuk anak koas. Ia kalo mereka sudah tahu dan pinter. Naasnya teryata mereka tak bisa apa-apa hingga sang pasien harus menderita 2 kali karena sakit yang diderita dan sakit karena melihat tingkah laku beberapa petugas kshatan yang tidak paham etika kesehatan.
Lebih kasihan lagi bila yang sakit orang miskin...hmmm...susah deh pokoknya. Dunia-dunia.
Ada bocoran nih, ktanya malahan salah satu petugas yang bekerja di tempat ini pun bila sakit tidak mau dirawat disini.(hebat ya!! Rumah sakit apa siih ini.) mereka lebih memilih tempat yang jauh dan swasta daripada milik pemerintah walaupun bekerja disitu jiga. Miris ya...
Andaikan bisa ku pecat mereka-mereka yang tak tahu etika, biar digantikan dengan orang yang lebih paham cara mengurus, merawat dan memperlakukan pasien. Amin... mudah-mudahan akan diganti dengan yang lebih baik. Pasti tempat ini nyaman dan setiap pasien tak perlu lagi mengeluh dengan hal ini. Jadi pengin punya rumah sakit sendiri, biar bisa ngalahin rumah sakit swasta nonis yang lebih banyak diminati termasuk muslim...sedihh....
Memang sepatutnya semua dinilai karena usahanya.
Hmm...
Tuhan, berikan kami kesabaran. Semoga akan diganti dengan orang-orang yang arif, bijaksana, santun, mengerti dan lebih baik lagi. Amin..
Kamis, 08 September 2011
1432 H
Rabbi,
Hari ini lebaran
Tepat di 1 syawal.
Aku ingin memakai pakaian terindah yang aku miliki
Baju termahal dan tak terbeli
Kain kesucian yang kan selalu setia menutupi diri
Benang keangungan yang terajut
bersama untaian doa dan cinta
hingga nanti, tiada lagi yang dapat
merampas apalagi merenggut secuil daging suci
karena kini ku telah berperisai Ilahi. 1 syawal 1432H
Rabbi...,
biarkan aku mengalah dan melepas jiwa-jiwa angkuh di langit luas
hingga ia tak kan pernah kembali dan tersesat di semesta langitMu.
Biarkan ku lepas duka, dosa dan partikel-partikel maksiat di kedalaman samuderaMu
hingga takkan timbul dan menghampiri ku kembali.
Biarkan kebesaran dan nama-nama indahMu bersarang di jiwa kerontang ini,
hingga dapat kurasakan tenangnya cintaMu.
Pagii!!!
Saat ini mungkin kita perlu berpikir untuk merenung. Disuatu tempat disana salah satunya libya, kini mereka sedang berjuang. Hingga membuat semua adrenalin berpikir keras dan menembus batas ketakutan dan kekuatan. Banyak wanita yang berani mengemukakan pendapatnya disana demi untuk mencapai perubahan yang lebih baik lagi.
Lalu, bagaimana kita kini?
Tak perlu nunggu terzolimi kan untuk bisa berbuat lebih
Tak perlu nunggu disakiti untuk berkata benar dan berani
Tapi terkadang memang benar. Kita butuh mancis untuk membuat suatu percikan berarti hingga nanti kita menjadi manusia yang berani, kuat di ambang batas kemampuan maksimal untuk membuat sesuatu lebih berarti. J
Langganan:
Postingan (Atom)