BUMI TIDAKLAH BERPUTAR, SEBELUM DIPERINTAHKAN UNTUK BERPUTAR

Minggu, 05 April 2015



Rasa, apakabar?
Tenang dan lembutlah...
Lembut bersama sentuhan sang pencipta.
Yakin dan tegaklah bersama janji-janji Ilahi yang tak akan pernah diingkari.
Berdoa dan tunduklah pada ketetapan yang telah Ia torehkan.
Sujud dan teguhlah mengistiqomahkan berjuta kebaikan dan kewajiban sebagai hamba.

Bukankah telah kau titipkan dan serahkan semua padaNya?
Semua miliknya, dan kau tak punya apa-apa selain IA.
MA LANA GHOIRUKA YA ALLAH...


Rabbi.., berikan kekuatan disetiap kelemahan dan ketidakberdayaan.

Sang Waktu



Ia dan mereka akan selalu menjadi bagian tak tergantikan. Setiap kita, setiap makhluk akan menjadi bagian-bagian terindah yang mengisi ruang-ruang dan keping keping udara rongga hidup kita. Saat susah senang sedih luka dan bersama, semua adalah proses. Proses tak tergantikan dan tak dapat dilupa atau terhapus karena kita adalah dia dan dia adalah kita. Perputaran roda dunia yang akan melibatkan banyak nafs didalamnya. Proses tarbiyah bagi setiap insan yang mengambil permata dikedalaman jiwa. Permata bagi setiap jiwa yang mengambil cahaya dan memancarkannya dalam poros-poros bumi bersama perputaran para rotasi.
Yah... pencarian ruh mengenal dan menuju sang pencipta.

Kamis, 19 Maret 2015

Mentari cahya dalam bunga jingga.
Ia mungkin tak bertahta
Apalagi bermahkota.

Bila jingga telah merebah,
Itulah mungkin arti sebuah makna.
Bila bunga telah merekah
Itu pula lah pelangi kaswari.

Kita pernah dalam cuaca
Berjingga atau bercahya
Kita pernah dalam luasa
Yang tak mampu merangkai apa.

Semua dan sudah,
Merasa dan menjiwa.

Berjumpa bersama bayang telepati
Bertaqarub menghamba dan berpasrah dalam kuasa Ilahi

Jumat, 20 Februari 2015

Kisah Kakek Penghafal Qur'an

GriyaQuran.net Kisah ini disampaikan oleh Ustadz Bachtiar Nasir  dalam sebuah kajian  tafsir di AQL yang membahas tentang surat Al-Baqarah ayat 120-121. Beliau bercerita tentang kisah nyata seorang kakek tua penghafal quran yang membuat jamaah berdecak kagum.
Dalam suatu waktu, ada seorang kakek tua yang hendak dioperasi karena mengalami sakit, dokter menyarankan untuk segera dioperasi demi menyembuhkan penyakitnya.
Di luar dugaan, kakek tersebut terisak dalam tangis yang mendalam, dokter pun coba menguatkan dan meyakinkan sang kakek agar kakek tersebut tidak perlu khawatir karena penyakit yang dialaminya akan sembuh atas izin Allah dan tidak perlu khawatir terhadap pelaksanaan operasi karena dokter tersebut sudah berpengalaman untuk operasi penyakit tersebut dan besar sekali kemungkinan keberhasilannya.
Lalu kakek tersebut membalas perkataan dokter tersebut…
“Dok, bukan itu yang saya khawatirkan, in sya Allah saya siap dan tak takut untuk menjalani proses operasinya. Saya menangis karena saya sedih, akan banyak waktu yang terbuang saat operasi nanti pastinya, sedangkan saya memiliki kebiasaan untuk murajaah hafalan quran saya 12 juz tiap harinya, saya khawatir tidak dapat menyelesaikan hafalan saya di hari ini karena operasi ini, sebab itulah saya menangis…”
Lalu kakek tersebut melanjutkan dengan pertanyaan “Dok, seberapa lama saya akan dioperasi?”
“Insya Allah hanya 4 jam kek” jawab dokter.
“Kalau begitu, berikan saya waktu di satu jam pertama untuk muraja’ah hafalan quran saya, lalu lanjutkanlah tindakan operasi setelahnya” jawab kakek memberikan solusinya.
Dokter pun menyetujuinya.
Pada satu jam pertama dokter memberikan waktu untuk kakek murajaah hafalannya di ruang operasi, setelah waktu berjalan satu jam, dokter dan timnya melakukan tindakan medis, dibiuslah kakek tersebut dan melaksanakan tindakan operasi.
Operasi tersebut berjalan lancar, tidak ada kendala yang berarti. Allah menolong keduanya.
Setelah kakek tersebut tersadar, dokter yang mengoperasinya tersebut berkata:
“Kek, baru kali ini saya mengalami kejadian yang luar biasa ketika mengoperasi pasien. Setelah satu jam kakek murajaah hafalan quran, kami pun membius kakek, saya yakin sudah tepat dosis bius kepada kakek, saya yakin dosis tersebut akan membuat kakek tak sadarkan diri. Tapi masya Allah, sepanjang operasi kakek tak berhenti sedikitpun membaca quran, seolah obat bius yang kami suntikan tak ada pengaruhnya dan rasa sakit saat operasi tak dirasakan”
Masya Allah… hikmah yang luar biasa yang dapat kita ambil dari kisah tersebut. Bagaimana dengan kita? Sudahkah ada kenikmatan dan kekhusyu’an ketika kita membaca quran? Berapa banyak juz yang kita baca tiap harinya? Berapa banyak ayat quran yang kita hafal tiap harinya? Berapa banyak ayat quran yang kita murajaah tiap harinya dan berapa banyak ayat quran yang kita amalkan tiap harinya???
Sungguh, masih amat sedikit amalan amalan kita.
Orang bijak mengatakan:
“Janganlah takut dengan rezekimu pada hari ini, karena Allah sudah menjamin rezeki bagi orang yang hidup. Khawatir dan takutlah dengan kualitas dan kuantitas amalmu, apakah dapat mengantarkanmu ke surga? Karena tidak ada jaminan dari Allah bahwa kita akan masuk ke dalam Surga-Nya”
Wallahu a’lam bishshawab.

Sumber : Dakwatuna.com