BUMI TIDAKLAH BERPUTAR, SEBELUM DIPERINTAHKAN UNTUK BERPUTAR

Minggu, 01 September 2013

Surat Cinta Sang Ayah kepada Asmaa, Putri Qiyadah Ikhwan yang Syahid Ditembak Militer

Diposkan oleh Admin BeDa 
Anakku yang tercinta yang juga merupakan guruku yang mulia,
As-Syahidah Asmaa El-Beltagi

Aku tidak katakan selamat tinggal, tetapi aku mengatakan, besuk kita akan bertemu.
Engkau hidup dengan penuh kehormatan, engkau tak mau menerima kezaliman dan engkau tolak segala perkara yang membelenggunya. Engkau juga mencintai kemerdekaan dan dalam diam engkau mencari ufuk-ufuk baru untuk kembali membangun umat ini untuk menempatkannya dalam ketamadunan.

Engkau tidak disibukkan dengan perkara-perkara yang telah menyibukkan pemuda-pemudi yang sebaya denganmu. Meskipun engkau sentiasa mendapat tempat pertama di dalam pelajaranmu, pelajaran yang hanya ikut-ikutan itu tidak mampu untuk memenuhi harapan dan tanggungjawabmu (terhadap umat).

Aku merasa tidak puas ditemanimu dalam kehidupan yang singkat ini lebih-lebih lagi waktuku tidak begitu banyak untuk merasa bahagia dan menikmati dampingan ini. Ketika pertemuan terakhir kita, kita duduk bersama-sama di Medan Rabaah dan engkau telah mengingatkanku dengan berkata: “Sekalipun engkau (ayah) bersama-sama kami, namun engkau tetap tidak dapat memberi perhatian kepada kami”. Aku berkata kepadamu: “Nampaknya kehidupan ini begitu singkat untuk kita menikmatinya bersama-sama. Aku berdoa agar Allah membantu kita untuk berteman di dalam syurga untuk menikmati (kebahagiaan) bersama-sama.”

Sebelum engkau mendapatkan syahid, aku melihatmu di dalam mimpi dua kali berturut-turut dalam pakaian pengantin. Engkau tampak cantik dan jelita, jauh lebih cantik dari dirimu yang biasanya. Dalam diam aku telah bertanya kepadamu: “Apakah malam ini adalah walimah pernikahanmu?”

Ketika aku diberitahu tentang kesyahidanmu pada waktu Dzuhur hari Rabu, aku faham kerisauanku. Aku telah mendapatkan berita gembira dengan penerimaan Allah terhadap kesyahidanmu dan engkau menambah keyakinanku bahwa sesungguhnya kita di atas kebenaran dan musuh kita berada di atas kebatilan.

Aku sangat sedih karena aku tidak berada denganmu ketika perpisahan terakhir kali itu. Aku tidak bisa melihatmu dalam pertemuan terakhir, aku tidak bisa mencium dahimu, dan aku tidak diberi penghormatan untuk melakukan shalat jenazah untukmu.

Demi Allah wahai putriku sayang, tidak ada yang menghalangi aku untuk melakukan ini semua. Bukan karena takut kematian, dan tidak juga karena takut penjara yang zalim. Tetapi sesungguhnya demi untuk menyempurnakan risalah ini, yang telah kamu tawarkan dirimu dan ruhmu deminya, yakni menyempurnakan perjalanan revolusi ini sehingga mencapai kemenangan dan tujuan sebenarnya menjadi kenyataan.

Telah berangkat ruhmu dan engkau hidup dalam kemuliaan. Engkau teguh menentang pembantai yang telah menembakmu dengan peluru-peluru pengkhianatan, betapa indahnya cita-citamu dan betapa sucinya jiwamu. Aku yakin bahwasanya engkau telah membenarkan Allah, maka Allah membenarkanmu. Dan Allah telah memilihmu, dan bukannya kami semua, untuk memperoleh kemuliaan syahid.

Dan terakhir, wahai putri tercintaku, juga guruku yang mulia,

Aku tidak akan mengucapkan selamat tinggal tetapi aku mengatakan semoga kita bertemu lagi. Pertemuan yang akan terjadi tidak lama lagi di tepi telaga bersama Nabi tercinta dan para sahabat. Pertemuan yang akan terjadi tidak lama lagi di singgasana kebenaran di sisi Yang Maha Kuasa. Pertemuan yang akan merealisasikan cita-cita kita untuk minum sepuas-puasnya bersama-sama, dan juga bersama orang-orang yang kita cintai, dan kita tidak akan dahaga selama-lamanya selepas itu. [Muhammad El-Beltagi. Sumber: Egyptwindow, MesirKini]

Aku Cemburu Padamu, Wahai Asma El-Beltagy

by: Afifah afra
Aku cemburu padamu, wahai Asma...
Cemburu yang sangat
Semuda itu, kau telah persembahkan bakti tertinggi
Sementara aku, yang dua kali lipat usiamu
Masih berkeluh dalam bimbang
Masih berkubang dalam kesah
Tahu cita tegak menjulang, 
Namun tak tahu bagaimana menggapai

Aku cemburu padamu, wahai Asma
Semuda itu, kau telah buktikan cintamu
Pada yang Maha Tinggi
Kecintaan yang indah...
Tanpa banyak bicara dan retorika
Darah itu... yang mengucur dari tubuhmu
Tercium begitu wangi
Bak parfum yang tertumpah, basahi bumi
Kau tumbang dengan senyum terindahmu


Aku cemburu padamu, wahai Asma 
Kau telah perlihatkan derajatmu di mata-Nya
Sebagaimana Mush'ab Sang Syuhada
Atau Sumayyah, syahidah pertama 

Aku cemburu padamu, wahai Asma
Yang tak takut mati, 
Yang kibarkan keberanian sekaligus ketangguhan
Sementara tubuh ini dipekati pengecut
Takut akan terbangnya nikmat duniawi

Oh, Asma... tampaknya bukan hanya aku yang cemburu
Tetapi bidadari-bidadari Surga pun, benar-benar menatap iri
Karena aroma wangimu, sungguh sangat kuat memancar
Bahkan saat ruhmu memasuki sebaik-baik tempat kembali itu

Asma, izinkan aku mencintaimu
Karena aku menginginkan cinta dari Sang Maha Pecinta
Yang Memberimu lautan cinta-Nya
Jika di dunia ini kita tak bertemu
Semoga kita bersua di surga
Meskipun jalan panjang menuju kesana
Mungkin harus kulewati dengan tertatih dan penuh luka

*‎In Memorium Asma El-Beltagy

**Asma' binti Muhammed El-Beltagy, 17 tahun, adalah puteri dari Dr. Muhammed Beltagy, salah seorang pimpinan Ikhwanul Muslimin. Asma meninggal tertembak militer Mesir saat terjadi serangan pasukan keamanan dan militer Mesir di Rabaa, 14 Agustus 2013 kemarin.

Mursi, Presiden Penghafal 30 Juz Alquran

Revolusi Mesir awal tahun lalu telah mengantar seorang anak petani menjadi presiden. Ia memang belum lama terpilih sebagai presiden.

Namun, seabrek pelajaran berharga sudah bertaburan darinya. Pidato yang ia sampaikan sarat dengan petuah yang patut diteladani oleh pengelola republik ini.

Mursi mengajarkan bagaimana seharusnya seorang pemimpin bersikap. Ia menempatkan diri bukan sebagai penguasa, melainkan pelayan. Ia menempatkan toleransi di atas segala-galanya. Ia mengubur dalam-dalam perbedaan.

Mursi tak hanya dikenal sebagai akademisi yang merampungkan program doktoralnya di University of Southern California. Ia juga sosok sederhana yang religius. Ia menjadi presiden pertama yang hafal Alquran 30 juz. Tak hanya dirinya, istri dan lima anaknya juga hafal 30 juz Alquran.

Mursi tercatat sebagai Presiden Mesir pertama yang hafal Alquran. Pria bernama lengkap Mohammed Mursi Issa Ayyat menjadi Presiden ke-5 Mesir yang menjabat sejak 30 Juni 2012.

Mursi menjadi Anggota Parlemen di Majelis Rakyat Mesir selama periode 2000-2005 dan seorang tokoh terkemuka di Ikhwanul Muslimin.

Sejak 30 April 2011, dia menjabat Ketua Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), sebuah partai politik yang didirikan oleh Ikhwanul Muslimin setelah Revolusi Mesir 2011. Ia maju sebagai calon presiden dari FJP pada pemilu presiden Mei-Juni 2012.

Pada 24 Juni 2012, Komisi Pemilihan Umum Mesir mengumumkan bahwa Mursi memenangkan Pemilu Presiden dengan mengalahkan Ahmed Shafik, Perdana Menteri terakhir di bawah kekuasaan Hosni Mubarak.

Komisi Pemilihan menyatakan Mursi memperoleh 51,7 persen suara, sedang Shafiq mendapatkan 48,3 persen. Pria yang pernah merasakan dibalik jeruji ketika pemerintahan Anwar Saddat dan Hosni Mubarak ini dikaruniai 5 orang anak dan 3 orang cucu.

Rabu (3/7) malam, Militer Mesir menahan Presiden Mesir yang terpilih secara demokratis itu.


*http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/13/07/04/mpe9gd-mursi-presiden-penghafal-30-juz-alquran

Bayan Al-Qardhawi atas Tuduhan "Ikhwan Khawarij"


Ketua Persatuan Ulama Islam Internasional membrikan penjelasan dan jawaban tegas terhadap tuduhan beberapa Ulama Mesir kepada Ikhwan bahwa mereka adalah Khawarij dan boleh dibunuh dan diperangi, fatwa yang dikeluarkan oleh Syekh Ali Jum'ah, Amru Khalid dkk ini telah menjadi landasan syar'i bagi As-sisi dan Militer untuk melegalkan pembunuhan dan pembubaran paksa para demonstran damai pro Mursi di Maidan Rab'ah dan An-Nahdhah beberapa waktu lalu.
Berikut adalah ringkasan Bayan Syeikh Yusuf Al-Qardhawi pada acara TV Al-Jazirah "Syariah dan Kehidupan";

1. Dr. Mursi adalah presiden Mesir yang sah yang dipilih oleh mayoritas rakyat mesir, karenanya mereka yang keluar dari pemerintahan Mursi dan memeranginya adalah "Khawarij", adapun  Syekh Ali Jum'ah (mantan Mufti Mesir) bukanlah seorang mufti melainkan budak kekuasaan dan tentara.

2. Mereka yang keluar dari kekuasaan Presiden yang sah pilihan rakyat pada 3 juli yang lalu adalah "Kudeta Militer" serta usaha membatalkan UUD yang disahkan oleh rakyat Mesir adalah perbuatan yang terlarang.

3. Sesungguhnya siapa yang  keluar dari pemerintahan yang sah yang dipilih langsung oleh rakyat merekalah yang disebut sebagai khawarij, wajib hukumnya melawan mereka dan tidak boleh rakyat mengikuti mereka, bahwa Ali Jum'ah bukanlah seorang Ulama, dia sering menghina dan mencaci maki Ulama.

4. Seharusnya Ali Jum'ah memberikan fatwa kepada As-Sisi agar tetap taat kepada presiden Mursi sebagaimana sumpah jabatan yang telah dia ucapkan di depan Presiden Mursi yang kemudian dia khianati. Ulama yang dapat didikte oleh penguasa tidak akan membawa umat kecuali kepada keburukan dan tidak dapat menjadi rujukan umat.

5. Ulama yang hakiki adalah ulama yang takut pada Allah swt, yang berdiri tegak di atas nash-nash Al-Qur'an dan As-sunnah serta mengetahui dalil-dalil syari'ah dan menempatkannya sesuai tempatnya.

6. Rakyat Mesir yang menolak kudeta mereka berdemo dengan damai, militerlah yang melakukan kekerasan dan membunuh serta melukai puluhan ribu rakyat Mesir.

7. Dr. Mursi adalah presiden yang telah memberikan kebebasan kepada rakyat Mesir, tidak boleh diturunkan kecuali melalui kotak suara pemilu.

Kecaman terhadap syekh Ali Jum'ah cs ini juga disampaikan oleh Jabhah Ulama Al-Azhar, Dr. Imarah, Dr. Shalah Sulthan, Dr. Isham Talimah dll.

Wallhahu a'lam.

by Khairan M. Arif  (Sumber; Ikhwanonline.com dan mnf.com)

Minggu, 19 Mei 2013

PKS Maju!!!

Saudaraku, kenalkan kami ini gerakan dakwah,
Harta kami yang sesungguhnya adalah hati, akal dan lisan kami,
yang dulu bergerak leluasa diatas kaki-kaki seadanya.
Kalian bisa ambil seluruh rumah, kantor, mobil dam meja kami.
Tapi kalian tidak bisa mengambil HATI, AKAL dan LISAN kami. (Mahfudz Siddiq)